<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>&#34;FATAYA&#34;</title>
	<atom:link href="http://affanabdulrosyid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com</link>
	<description>FORUM TA&#039;LIM REMAJA BELIA</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 10:16:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='affanabdulrosyid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/45b153da82d4682cda7860e7aadce736?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>&#34;FATAYA&#34;</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://affanabdulrosyid.wordpress.com/osd.xml" title="&#34;FATAYA&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tata Cara Adzan dan Iqomah</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/12/14/tata-cara-adzan-dan-iqomah/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/12/14/tata-cara-adzan-dan-iqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 10:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[Adzan dan Iqomah merupakan di antara amalan yang utama di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Imam sebagai penjamin dan muadzin (orang yang adzan) sebagai yang diberi amanah, maka Allah memberi petunjuk kepada para imam dan memberi ampunan untuk para muadzin” [1] Berikut sedikit penjelasan yang berkaitan dengan tata cara adzan dan iqomah. Pengertian Adzan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=555&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adzan dan Iqomah merupakan di antara amalan yang utama di dalam Islam. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa salam</em> bersabda :</p>
<p><em>“Imam sebagai penjamin dan muadzin (orang yang adzan) sebagai yang diberi amanah, maka Allah memberi petunjuk kepada para imam dan memberi ampunan untuk para muadzin” </em>[1]</p>
<p>Berikut sedikit penjelasan yang berkaitan dengan tata cara adzan dan iqomah.</p>
<p><span id="more-555"></span></p>
<p><strong>Pengertian Adzan</strong></p>
<p>Secara bahasa adzan berarti pemberitahuan atau seruan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat At Taubah Ayat 3:</p>
<p>وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ</p>
<p><em>“dan ini adalah seruan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia”</em></p>
<p>Adapun makna adzan secara istilah adalah seruan yang menandai masuknya waktu shalat lima waktu dan dilafazhkan dengan lafazh-lafazh tertentu. [2]</p>
<p><strong>Hukum Adzan</strong></p>
<p>Ulama berselisih pendapat tentang hukum Adzan. Sebagian ulama mengatakan bahwa hukum azan adalah sunnah muakkad, namun pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang mengatakan <strong>hukum adzan adalah fardu kifayah</strong>[3]. Akan tetapi perlu diingat, hukum ini hanya berlaku bagi laki-laki. Wanita tidak diwajibkan atau pun disunnahkan untuk melakukan adzan[4].</p>
<p><strong>Syarat Adzan</strong>[5]</p>
<p><strong>1.      </strong><strong>Telah Masuk Waktu Shalat</strong></p>
<p>Syarat sah adzan adalah telah masuknya waktu shalat, sehingga adzan yang dilakukan sebelum waktu solat masuk maka tidak sah. Akan tetapi terdapat pengecualian pada adzan subuh. Adzan subuh diperbolehkan untuk dilaksanakan dua kali, yaitu sebelum waktu subuh tiba dan ketika waktu subuh tiba (terbitnya fajar shadiq). [6]</p>
<p><strong>2.      </strong><strong>Berniat adzan</strong></p>
<p>Hendaknya seseorang yang akan adzan berniat di dalam hatinya (tidak dengan lafazh tertentu) bahwa ia akan melakukan adzan ikhlas untuk Allah semata.</p>
<p><strong>3.      </strong><strong>Dikumandangkan dengan bahasa arab</strong></p>
<p>Menurut sebagian ulama, tidak sah adzan jika menggunakan bahasa selain bahasa arab. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah ulama dari Madzhab Hanafiah, Hambali, dan Syafi’i.</p>
<p><strong>4.      </strong><strong>Tidak ada <em>lahn </em>dalam pengucapan lafadz adzan yang merubah makna</strong></p>
<p>Maksudnya adalah hendaknya adzan terbebas dari kesalahan-kesalahan pengucapan yang hal tersebut bisa merubah makna adzan. Lafadz-lafadz adzan harus diucapkan dengan jelas dan benar.</p>
<p><strong>5.      </strong><strong>Lafadz-lafaznya diucapkan sesuai urutan</strong></p>
<p>Hendaknya lafadz-lafadz adzan diucapkan sesuai urutan sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits yang sahih. Adapun bagaimana urutannya akan dibahas di bawah.</p>
<p><strong>6.      </strong><strong>Lafadz-lafadznya diucapkan bersambung</strong></p>
<p>Maksudnya adalah hendaknya antara lafazh adzan yang satu dengan yang lain diucapkan secara bersambung tanpa dipisah oleh sebuah perkataan atau pun perbuatan di luar adzan. Akan tetapi diperbolehkan berkata atau berbuat sesuatu yang sifatnya ringan seperti bersin.</p>
<p><strong>7.      </strong><strong>Adzan diperdengarkan kepada orang yang tidak berada di tempat muadzin</strong></p>
<p>Adzan yang dikumandangkan oleh muadzin haruslah terdengar oleh orang yang tidak berada di tempat sang muadzin melakukan adzan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengeraskan suara atau dengan alat pengerasa suara.</p>
<p><strong>Sifat Muadzin</strong></p>
<p><strong>1.      </strong><strong>Muslim</strong></p>
<p>Disyaratkan bahwa seorang muadzin haruslah seorang muslim. Tidak sah adzan dari seorang yang kafir. [7]</p>
<p><strong>2.      </strong><strong>Ikhlas hanya mengharap wajah Allah</strong></p>
<p>Sepatutnya seorang muadzin melakukan adzan dengan niat ikhlas mengaharap wajah Allah. Rasulullah<em>shallallahu ‘alaihi wa salam</em> bersabda : <em>“Tetapkanlah seorang muadzin yang tidak mengambil upah dari adzannya itu.”</em>[8]</p>
<p><strong>3.      </strong><strong>Adil dan amanah</strong></p>
<p>Yaitu hendaklah muadzin adil dan amanah dalam waktu-waktu shalat.</p>
<p><strong>4.      </strong><strong>Memiliki suara yang bagus</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa salam</em> bersabda kepada sahabat Abdullah bin Zaid: <em>“pergilah dan ajarkanlah apa yang kamu lihat (dalam mimpi) kepada Bilal, sebab ia memiliki suara yang lebih bagus dari pada suaramu”</em>[9]</p>
<p><strong>5.      </strong><strong>Mengetahui kapan waktu solat masuk</strong></p>
<p>Hendaknya seorang muadzin mengetahui kapan waktu solat masuk sehingga ia bisa mengumandangkan adzan tepat pada awal waktu dan terhindar dari kesalahan. [10]</p>
<p><strong>Sifat Adzan [11]</strong></p>
<p>Terdapat tiga cara adzan, yaitu :</p>
<ol>
<li>Adzan dengan 15 kalimat, yaitu dengan lafazh [12]:4x اَللهُ اَكْبَرُاَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ ×2<br />
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2<br />
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2<br />
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2<br />
2x اَللهُ اَكْبَرُ<br />
1x لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ</p>
<p>Adzan seperti ini adalah cara yang dipilih oleh abu hanifah dan imam ahmad.</li>
<li>Adzan dengan 19 kalimat [13], yaitu sama seperti adzan cara  pertama akan tetapi ditambah dengan tarji’ (pengulangan) pada syahadatain. Tarji’ adalah mengucapkan <em>syahadatain</em> dengan suara pelan –tetapi masih terdengar oleh orang-orang yang hadir- kemudian mengulanginya kembali dengan suara keras. Jadi lafazah <em>“asyhadu alla ilaaha illallaah”</em>dan<em>“asyhadu anna muhammadarrasulullah”</em>masing-masing diucapkan empat kali. Adzan seperti ini adalah cara yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i.</li>
<li>Adzan dengan 17 kalimat, yaitu sama dengan cara adzan kedua akan tetapi takbir pertama hanya diucapkan dua kali, bukan empat kali. Adzan seperti ini adalah cara yang dipilih oleh Imam Malik dan sebagian Ulama’ Madzhab Hanafiah. Akan tetapi menurut penulis <em>Shahiq Fiqh Sunnah</em>, hadits yang menjelaskan kaifiyat ini adalah hadits yang tidak sahih. Sehingga adzan dengan cara ini tidak disyariatkan.</li>
</ol>
<p><strong>Yang Dianjurkan bagi Muadzin</strong></p>
<p><strong>1.      </strong><strong>Adzan dalam keadaan suci</strong></p>
<p>Hal ini berdasarkan dalil-dalil umum yang menganjurkan agar manusia dalam keadaan suci ketika berdizikir (mengingat) kepada Allah.</p>
<p><strong>2.      </strong><strong>Adzan dalam keadaan berdiri</strong></p>
<p>Sebagaimana sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa salam</em>dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar :<em>“berdiri wahai bilal! Serulah manusia untuk melakukukan solat!”</em></p>
<p><strong>3.      </strong><strong>Adzan menghadap kiblat</strong></p>
<p><strong>4.      </strong><strong>Memasukkan jari ke dalam telinga</strong></p>
<p>Ini adalah perbuatan yang biasa dilakukan oleh sahabat Bilal ketika adzan. [14]</p>
<p><strong>5.      </strong><strong>Menyambung tiap dua-dua takbir</strong></p>
<p>Maksudnya adalah menyambungkan kalimat Allahu akbar-allahu akbar, tidak dijeda antara keduanya. [15]</p>
<p><strong>6.      </strong><strong>Menolehkan kepala ke kanan ketika mengucapakan <em>“hayya ‘alas shalah”</em>dan menolehkan kepala ke kiri ketika mengucapakan <em>“hayya ‘alal falah”.</em> [16]</strong></p>
<p><strong>7.      </strong><strong>Menambahkan “<em>ash shalatu khairum minannaum”</em> pada azan subuh. [17]</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pengertian Iqamah</strong></p>
<p>Iqamah secara istilah maknanya adalah pemberitahuan atau seruan bahwa sholat akan segera didirikan dengan menyebut lafazh-lafazh khusus. [18]</p>
<p><strong>Hukum Iqamah</strong></p>
<p>Hukum iqamah sama dengan hukum adzan, yaitu fardu kifayah. Dan hukum ini juga tidak berlaku untuk wanita. [19]</p>
<p><strong>Sifat Iqamah</strong></p>
<p>Ada dua cara iqamah [20]:</p>
<p>1. Dengan sebelas kalimat [21], yaitu :</p>
<p>2x اَللهُ اَكْبَرُ<br />
1x اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ<br />
1x اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ<br />
1x حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ<br />
1xحَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ<br />
2xقَدْ قَامَتِ الصَّلاَةِ<br />
2x اَللهُ اَكْبَرُ<br />
1x لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ</p>
<p>2. Dengan tujuh belas kalimat [22], yaitu :</p>
<p>4xاَللهُ اَكْبَرُ<br />
2x اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ<br />
2x اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ<br />
2x حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ<br />
2x حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ<br />
2x قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةِ<br />
2x اَللهُ اَكْبَرُ<br />
1x لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ</p>
<p><strong>Apakah yang Melaksanakan Iqamah Harus Orang yang Mengumandangkan Adzan?</strong></p>
<p>Sebagian besar ulama’ mengatakan hukumnya adalah hanya anjuran dan tidak wajib, sebagaimana kebiasaan Sahabat Bilal, beliau yang adzan beliau pula yang iqamah. Dan boleh hukumnya jika yang adzan dan iqamah berbeda. [23]</p>
<p>—</p>
<p>Catatan Kaki</p>
<p>[1] Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud (1203), At Tirmidzi (207), dan Ahmad (II/283-419)</p>
<p>[2] Lihat <em>Taisirul ‘Alam Syarah ‘Umdatul Ahkam</em>, hal 84,  cetakan Maktabah Al Asadi, Karya Syaikh Abdullah Al Bassam.</p>
<p>[3] Diantara ulama yang berpendapat bahwa hukum adzan adalah fardu kifayah adalah sebagian Ulama’ Mazhab Malikiyah dan Syafi’iah, Imam Ahmad, Atha’ bin Abi Robah, Mujahid, Al Auza’i, Ibnu Hazm, dan Ibnu Taimiyah. Sedangkan ulama’ yang berpendapat hukumnya adalah sunnah muakkad adalah Imam Abu Hanifah, sebagian Ulama’ Madzhab Syafi’iah dan Malikiyah. Lihat <em>Shahih Fiqh Sunnah</em>, cetakan Darut Taufiqqiyyah Litturotsi, Jilid I,halaman 240,karya Syaikh Kamal bin As Sayid Salim.</p>
<p>[4] Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari Sahabat Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa salam</em> bersabda <em>“Tidak ada adzan dan iqomah bagi wanita”</em></p>
<p>[5] Lihat <em>Shahih Fiqh Sunnah</em>, cetakan Darut Taufiqqiyyah Litturotsi, Jilid I,halaman 243, karya Syaikh Kamal bin As Sayid Salim.</p>
<p>[6] Ulama’ berselisih pendapat tentang hukum adzan sebelum waktu subuh tiba. Pendapat yang benar adalah hal tersebut dianjurkan. Ulama’ yang berpendapat bahwa hal tersebut dianjurkan diantaranya adalah Imam Malik, Syafi’i, Ahmad, Al Auza’i, Ishaq, Abu Tsauri, Abu Yusuf, dan Ibnu Hazm.</p>
<p>[7] Lihat <em>Taudihul Ahkam Syarah Bulughul Maram</em>, Cetakan Darul Mayman, Jilid I, halaman 605, karya Karya Syaikh Abdullah Al Bassam.</p>
<p>[8] Hadits Shahih diriwayatkan oleh Abu Daud (531), At Tirmidzi (672), Ibnu Majah (714), dan An Nasa-i (672)</p>
<p>[9] Hadits Hasan diriwayatkan oleh Abu Daud (499), At Tirmidzi (189), Ibnu Majah (706), dan lain-lain.</p>
<p>[10] Lihat <em>Shahih Fiqh Sunnah</em>, cetakan Darut Taufiqqiyyah Litturotsi, Jilid I, halaman 247, karya Syaikh Kamal bin As Sayid Salim.</p>
<p>[11] Lihat <em>Shahih Fiqh Sunnah</em>, cetakan Darut Taufiqqiyyah Litturotsi, Jilid I, halaman 247, karya Syaikh Kamal bin As Sayid Salim.</p>
<p>[12]Hadits Hasan diriwayatkan oleh Abu Daud (499), At Tirmidzi (189), Ibnu Majah (706), dan lain-lain.</p>
<p>[13] Hal ini berdasarkan sebuah hadits hasan dari Sahabat Abi Mahdzuroh yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (500-503), At Tirmidzi (192), Ibnu Majah (709), dan An Nasa’i (II/4).</p>
<p>[14] Hadits Shahih diriwayatkan oleh At Tirmidzi (197) dan Ahmad (IV/308).</p>
<p>[15] Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari sahabat Umar bn Khattab oleh Imam Muslim (385) dan Abu Dawud (523).</p>
<p>[16] Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari (187) dan Muslim (503) dari Sahabat Abu Juhaifah.</p>
<p>[17] Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad (16043), Abu Dawud (499),  At Tirmidzi (189), dan Ibnu Khuzaimah (386) dari Sahabat Anas bin Malik.</p>
<p>[18] Lihat <em>Taudihul Ahkam Syarah Bulughul Maram</em>, Cetakan Darul Mayman, Jilid I, halaman 573, karya Syaikh Abdullah Al Bassam.</p>
<p>[19] Ulama’ yang berpendapat bahwa adzan hukumnya adalah fardu kifayah maka mereka juga berpendapat iqomah hukumnya adalah fardu kifayah. Begitu juga dengan ulama’ yang berpendapat bahwa adzan itu sunnah muakkad, maka iqomah juga sunnah muakkad. Lihat <em>Taisirul ‘Alam Syarah ‘Umdatul Ahkam</em>, hal 85,  cetakan Maktabah Al Asadi dan Taudihul Ahkam Syarah Bulughul Marom, Cetakan Darul Mayman, Jilid I, halaman 573, keduanya Karya Syaikh Abdullah Al Bassam.</p>
<p>[20] Lihat <em>Shahih Fiqh Sunnah</em>, cetakan Darut Taufiqqiyyah Litturotsi, Jilid I, halaman 254, karya Syaikh Kamal bin As Sayid Salim.</p>
<p>[21] Berdasarkan hadits hasan yang diriwayatkan oleh Abu Daud (499), At Tirmidzi (189), Ibnu Majah (706), dan lain-lain.</p>
<p>[22] Hal ini berdasarkan sebuah hadits hasan dari Sahabat Abi Mahdzurah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (500-503), At Tirmidzi (192), Ibnu Majah (709), dan An Nasa’i (II/4)</p>
<p>[23] Lihat <em>Shahih Fiqh Sunnah</em>, cetakan Darut Taufiqqiyyah Litturotsi, Jilid I, halaman 255, karya Syaikh Kamal bin As Sayid Salim.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Catatan editor</p>
<ol>
<li>Syaikh Shalih Al Fauzan <em>hafizhahullah </em>menjelaskan bahwa kita disunnahkan melatunkan adzan dengan suara yang baik dan hukum melagukan adzan itu makruh. (Demikian perkataan beliau dari durus  Al Muntaqa Al Akhbar ketika menjelaskan masalah Adzan). Karena melagukan adzan sering terjadi lahn (kesalahan dalam pengucapan). <em>Wallahu a’lam</em>.</li>
<li>Sedangkan dalil yang menyebutkan, “<em>Siapa yang adzan,  maka hendaklah dialah yang iqamah</em>”, hadits ini adalah hadits yang <strong><em>dha’if</em></strong>. Hadits ini dikatakan <em>dha’if</em> oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil no. 237.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Muhammad Rezki Hr<br />
Editor: M. A. Tuasikal<br />
Artikel <a href="http://www.muslim.or.id/">www.muslim.or.id</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/555/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=555&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/12/14/tata-cara-adzan-dan-iqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Motivasi untuk para wanita  Sebuah cerita seorang wanita</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/06/08/motivasi-untuk-para-wanita-sebuah-cerita-seorang-wanita/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/06/08/motivasi-untuk-para-wanita-sebuah-cerita-seorang-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 04:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi untuk para wanita Sebuah cerita seorang wanita Ya Allah berikan kematian yang paling baik padaku dari sebaiknya-baiknya kematian (Kisah Nyata) Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=549&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Motivasi untuk para wanita</p>
<p align="center">Sebuah cerita seorang wanita</p>
<p>Ya Allah berikan kematian yang paling baik padaku dari sebaiknya-baiknya kematian (Kisah Nyata)</p>
<p>Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.</p>
<p>Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”</p>
<p>Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.</p>
<p>Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.</p>
<p>Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.</p>
<p>Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.<br />
Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.<br />
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.</p>
<p>Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.</p>
<p>Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.</p>
<p>Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.</p>
<p>Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.</p>
<p>Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.</p>
<p>Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.</p>
<p>Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.</p>
<p>Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.</p>
<p>Tak ada gunanya…<br />
Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.</p>
<p>Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.<br />
Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.</p>
<p>Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.</p>
<p>Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.</p>
<p>Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.</p>
<p>Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.</p>
<p>Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.</p>
<p>* Kejadian Yang Menakjubkan…<br />
Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.</p>
<p>Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.</p>
<p>Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.</p>
<p>Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapatpenanganan.</p>
<p>Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.</p>
<p>Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.</p>
<p>Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.</p>
<p>“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.</p>
<p>Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.</p>
<p>Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.</p>
<p>Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.</p>
<p>Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.</p>
<p>Sampai di rumah sakit…<br />
Kepada orang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.</p>
<p>Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.</p>
<p>Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.</p>
<p>Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.</p>
<p>Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan.</p>
<p>Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.</p>
<p>“Dengan nama Allah kemudian atas agama Rasulullah”.</p>
<p>Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…<br />
Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…</p>
<p>Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…(Azzamul Qaadim, hal 36-42)</p>
<p>Sumber : [“Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab”; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48]</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/motivasi/'>motivasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=549&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/06/08/motivasi-untuk-para-wanita-sebuah-cerita-seorang-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Q cinta dia Tapi&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/25/q-cinta-dia-tapi/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/25/q-cinta-dia-tapi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 12:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[bismillah pada saat sekarang ni&#8230; banyak sekali para pemuda dan pemudi yang saling mencintai. entah karena apa.. mungkin salah satunya mungkin dari pandangan pertama,,, yang bisa membuat para muda mudi ini mengawali yang namanya &#8221; cinta pertama &#8220;. heehee,, dan anehnya pada zaman sekarang ini saling mencintai bukan hanya terjadi pada orang dewasa  yang mengerti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=537&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah</p>
<p>pada saat sekarang ni&#8230;</p>
<p>banyak sekali para pemuda dan pemudi yang saling mencintai.</p>
<p>entah karena apa..</p>
<p>mungkin salah satunya mungkin dari pandangan pertama,,, yang bisa membuat para muda mudi ini mengawali yang namanya &#8221; <em>cinta pertama &#8220;. heehee,, </em></p>
<p>dan anehnya pada zaman sekarang ini saling mencintai bukan hanya terjadi pada orang dewasa  yang mengerti dengan cinta..</p>
<p>namun pada era ini anak-anak sekolah,mulai dari SD, dan SMP.</p>
<p>wah&#8230;.sungguh tragis juga zaman sekarang ini. apakah orang tua dirumah mengetahui anaknya di luar seperti apa&#8230;</p>
<p>padahal ada larangan untuk mendekati Zina, bahkan memandang pun juga tak boleh bahkan bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahrom haram hukumnya, berdasarkan hadits shahih yang artinya : &#8221; <em>Jika kepala seseorang diantara kalian dipaku dengan paku besi, itu akan lebih baik baginya, dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya&#8221;</em>,</p>
<p>bahkan memandang lawan jenis dengan pandangan syahwat juga diharamkan (QS. 24 : 30-31).</p>
<p>nah,, seharusnya para orang tua mengawasi setiap tingkah laku anaknya. dan saran, menyuruhnya (anak perempuan) untuk menutupi seluruh tubuhnya dengan Hijab.</p>
<p><em>&#8220;Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu&#8217;min: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [1233] ke seluruh tubuh mereka&#8221;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</em> ( Al-Qur&#8217;an surat Al-Ahzab:59)</p>
<p>sungguh miris sekali, jika terjadi tindak Asusila, karena pada zaman sekarang ini banyak media yang menyajikan hal-hal yang  berbau porno grafi. mulai dari televisi,internet,dll.</p>
<p>dan saran untuk para wanita, jangan mau tertipu dengan lelaki dan jangan memancing nafsu para lelaki.  dan para lelaki jangan sekali-sekali memberikan kesempatan.</p>
<p>saling mencintai boleh&#8230;</p>
<p>tapi saling menyanyangi karena Allah Ta&#8217;ala ya??</p>
<p>mohon maaf jika banyak kata-kata yang salah karena saya masih belajar untuk menulis .</p>
<p>kritik dan saran sangat saya buthkan.</p>
<p>jazakallahu khoir</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/tulisan-baru/'>tulisan baru</a> Tagged: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/tag/tulisan-baru/'>tulisan baru</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/537/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=537&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/25/q-cinta-dia-tapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/11/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/11/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 11:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[INformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM Dunia olahraga adalah dunia yang penuh de­ngan sensasi dan menjadi hobi kebanyakan anak manusia. Islam-pun tidak melarangnya karena memang hukum asal olahraga adalah halal/di­bolehkan selama tidak disertai perkara- perkara yang terlarang. Hanya saja Islam telah meletak­kan rambu-rambu dan kaidah- kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar dari garis syariat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=527&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1></h1>
<p><strong><a href="http://ibnuabbaskendari.files.wordpress.com/2011/04/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga.png"><img title="Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga" src="http://ibnuabbaskendari.files.wordpress.com/2011/04/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga.png?w=150&#038;h=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></strong></p>
<p><strong>Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM </strong></p>
<p>Dunia olahraga adalah dunia yang penuh de­ngan sensasi dan menjadi  hobi kebanyakan anak manusia. Islam-pun tidak melarangnya karena memang  hukum asal olahraga adalah halal/di­bolehkan selama tidak disertai  perkara- perkara yang terlarang. Hanya saja Islam telah meletak­kan  rambu-rambu dan kaidah- kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar  dari garis syariat.</p>
<p>Oleh karenanya sangat penting untuk kita kaji masalah ini agar kita  bisa mengetahui olah­raga/ lomba- lomba apakah yang dibolehkan dalam  islam dan dilarang oleh Islam. Diantara kaidah- kaidah tersebut adalah<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn1">[1]</a> :</p>
<p><span id="more-527"></span></p>
<p><strong>PERTAMA : UNTUK MENCARI RIDHO ALLOH</strong></p>
<p>Setiap muslim harus selalu mencari ridho Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>dalam setiap aktivitasnya. Dalam berolah­raga pun ridho Alloh harus dijadikan tujuan, dan itulah tujuan diciptakannya manusia.</p>
<p>Alloh  <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>berfirman :</p>
<blockquote><p><em>Dan Aku tidak inenciptakan jin dari manusia melain­kan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. </em>(QS. adz-­Dzariyat [51] : 56)</p></blockquote>
<p>Termasuk kesalahpahaman sebagian orang yang mengatakan bahwa ibadah  hanya sholat, zakat, dan semisalnya, sedang olahraga tidak ada sangkut  pautnya dengan ibadah (agama). Padahal, Islam menjadikan perkara-perkara  mubah sebagai ibadah yang berpahala, seperti tersenyum kepada sesama  muslim<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn2">[2]</a>, seorang suami mengumpuli istrinya<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn3">[3]</a>, seorang suami memberi makan istri<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn4">[4]</a>, seorang yang menanam benih<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn5">[5]</a>, dan semisalnya.</p>
<p>Olahraga yang dilakukan seorang muslim tidak akan sia-sia bahkan  berbuah pahala jika diniatkan untuk mencari pahala dari Alloh dan untuk  kemaslahatan dirinya, agamanya, dan kaum muslimin secara umum. Akan  tetapi, jika tidak diniatkan demikian, maka akan menjadi bumerang  baginya dan dia akan sulit melepas­kannya.</p>
<p><strong>KEDUA : UNTUK MEMBELA AGAMA DAN KEBENARAN</strong></p>
<p>Berkata Syaikh Abu Bakr al-Jaza’iri <em>rahimahullah</em><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn6">[6]</a> “Sesungguhnya tujuan semua jenis olahraga yang dikenal dalam Islam  adalah dimaksudkan menjadi sebuah alas menegakkan dan membela kebenaran.  Bukanlah tujuan olahraga itu hanya mendapat harta melimpah, ketenaran,  atau hal yang serupa seperti berbangga diri dan (akhirnya) menjadi  manusia yang rusak di muka bumi sebagaimana kondisi kebanyakan mereka  saat ini.”</p>
<p>Barang siapa tidak memahami hal ini, maka dia akan terjatuh kepada salah satu tujuan yang tidak dibenarkan dalam berolahraga.</p>
<p><strong>KETIGA : MELATIH KEKUATAN, KEMAHIRAN, DAN KEBERANIAN</strong></p>
<p>Kebenaran akan terwujud sempurna dengan ilmu dan kekuatan, ilmu  bermanfaat bagi para pencari kebenaran, tetapi kekuatan dapat  ber­manfaat bagi orang-orang yang menentang, oleh karena itu Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada umatnya dan menyiapkan kekuatan  yang bermanfaat pula bagi tegaknya agama, dan di antara bentuk  persiapan kekuatan tersebut beliau memerintahkan kaum muslimin berlatih  jenis-jenis olahraga yang bermanfaat un­tuk menguatkan badan, dan  melatih keberanian, demikianlah Alloh memerintahkan kaum musli­min untuk  mempersiapkan kekuatan yang ber­manfaat bagi diri-diri mereka, agama  dan kaum muslimin secara rutin, dalam firman-Nya :</p>
<blockquote><p><em>Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. </em>(QS. al-Anfal [8] : 60)</p></blockquote>
<p>Oleh karena maksud ini, Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> me­ngizinkan para lelaki Habasyah bermain tom­bak dalam masjid beliau, bahkan mengizinkan Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha </em>melihat mereka.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn7">[7]</a></p>
<p><strong>KEEMPAT : TIDAK MENGHABISKAN SEMUA WAKTUNYA UNTUK OLAHRAGA</strong></p>
<p>Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda :</p>
<p><em>”Sesungguhnya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak  atasmu, dan keluargamu mempunyai hak atasmu, maka berikan hak  masing-masing kepada pemiliknya.” </em>(HR. al-Bukhori : 1832)</p>
<p>Seorang muslim boleh bersantai, berolahraga, dan menghibur dirinya  dengan perkara-perkara yang halal walaupun kurang bermanfaat. Ha­nya,  yang menjadi masalah jika seorang muslim menjadikan kebanyakan atau  semua waktunya untuk olahraga atau perkara-perkara yang tidak  bermanfaat, sehingga hidupnya menjadi sia-sia, penuh dengan permainan,  dan pada akhimya menghalangi dirinya untuk melaksanakan ke­wajiban  syariat dan melanggar larangan-larang­an-Nya.</p>
<p>Sungguh menyesal manusia yang lalai akan kampung akhirat, padahal  dunia dan seisinya jika dibandingkan dengan akhirat yang kekal ti­dak  ada artinya. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda :</p>
<p><em>“Dunia ini dibandingkan dengan akhirat hanya gam­barannya seperti  seseorang yang mencelupkan satu jarinya ke lautan, maka hendaknya ia  melihat apa yang ia akan bawa kembali.” </em>(HR. Muslim : <sup> </sup>5101)</p>
<p>Dan termasuk perangkap bagi manusia, setan selalu menghiasi dunia  dengan berbagai cara supaya mereka tenggelam dalam kenikmatan dunia yang  sekejap dan lalai dengan kampung akhirat. Setan membisikkan kepada  mereka bah­wa olahraga adalah perkara paling penting bagi manusia, lalu  manusia menjadi sibuk memikir­kan olahraga, ingin mengetahui kabar  terbaru­nya, membicarakan bintang-bintangnya secara detail, tanpa  memperhatikan agama dan akhlak mereka.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn8">[8]</a></p>
<p><strong>KELIMA : TIDAK FANATIK GOLONGAN DAN MEMBABI BUTA</strong></p>
<p>Fanatik kepada kebenaran adalah baik dan bermanfaat, bahkan itulah  istiqomah di atas agama. Akan tetapi, fanatik kepada suatu ke­lompok  tertentu, seperti kepada suatu perkum­pulan olahraga baik sepakbola atau  lainnya, berarti berpegang teguh dengannya, saling me­nolong, dan rela  mati demi membela serta mem­perjuangkannya baik dalam kebenaran atau  kebatilan inilah yang dilarang dalam Islam.</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman :</p>
<blockquote><p><em>Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.</em> (QS. Al-Ma’idah [5] : 2).</p></blockquote>
<p>Jika yang terjadi adalah fanatik golongan, seperti yang banyak terjadi baik dari sesama pemain atau sesama <em>supporter, </em>berupa  saling mencela, menghina, saling memukul, bermu­suhan, bahkan saling  membunuh karena bukan dari kelompoknya, kematian seperti ini adalah  kematian jahiliah,<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn9">[9]</a> dan olahraga yang disertai perkara semacam ini menjadi Karam.</p>
<p><strong>KEENAM : TIDAK BERCAMPUR DENGAN LAWAN JENIS TANPA BATAS<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn10"><strong>[10]</strong></a></strong></p>
<p>Wanita adalah aurat yang harus dijaga, tidak boleh ditampakkan kepada selain mahromnya.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn11">[11]</a> Pada dasarnya wanita harus tinggal di rumah-nya dan tidak keluar kecuali jika ada suatu hajat atau kebutuhan.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn12">[12]</a> Oleh karenanya, dalam urus­an ibadah pun wanita lebih baik beribadah di  rumahnya daripada masjid-masjid kaum musli­min, sebagaimana sabda  Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>:</p>
<p><em>“Janganlah kamu mencegah kaum wanitamu dari masjid-masjid Alloh, tetapi rumah mereka lebih baik bagi mereka.” </em>(HR. Abu Dawud : 576<sub>, </sub>dan dishohihkan oleh al-Albani <em>rahimahullah </em>dalam <em>Silsilah Shohi­hah </em>:<em> </em>1396)</p>
<p>Jika wanita lebih baik di rumah dalam urusan ibadah, bagaimana  kiranya urusan selain iba­dah? Dan bagaimana kiranya lagi urusan  olah­raga? Maka jawabnya tentu di rumah jauh lebih baik lagi.</p>
<p>Jika wanita terbiasa keluar rumah, maka ter­jadilah campur baur  wanita dengan laki-laki tanpa batas, dan terjadilah banyak kerusakan/  fitnah, disebabkan sebagian kaum wanita telah menyelisihi fitrahnya.  Oleh karena itu, rusaknya kaum Bani Israil sebab pertama kalinya adalah  fitnah wanita.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn13">[13]</a> Jika wanita keluar rumah dan bercampur dengan kaum laki-laki tanpa  batas, maka terjadilah saling memandang (zina mata), saling berbicara  tanpa batas (zina mulut), saling bersentuhan (zina tangan) dan akhirnya  saling berzina dengan zina yang sesungguhnya.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn14">[14]</a></p>
<p>Islam telah memberi petunjuk agar umatnya tidak jatuh kepada perkara keji ini. Oleh karena itu, Rosululloh  <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Sebaik-baik shof laki-laki adalah yang paling depan dan  seburuk-­bunik shof laki-laki adalah yang paling belakang, sedangkan  sebaik-baik shof kaum wanita adalah yang paling belakang dan  seburuk-buruk shof kaum wanita adalah yang paling depan.”<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn15">[15]</a> Bah­kan Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sangat menjaga batas antara kaum laki-laki dengan wanita walaupun saat  keluar dari tempat sholat, beliau dan para saha­batnya tetap tidak  beranjak dari tempat sholat­nya, sampai kaum wanita keluar terlebih  dahulu supaya tidak bercampur antara laki-laki dan wanita walaupun  setelah melaksanakan sholat, sebagaimana dikisahkan oleh Ummu Salamah <em>radhiyallahu ‘anha </em>beliau berkata :</p>
<p><em>“Bahwasanya kaum wanita pada zaman Rosululloh </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em><em>, mereka segera bangkit jika setelah selesai sholat, lalu Rosululloh </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em><em> dan para sahabat laki-laki tetap tidak beranjak (dari tempat  sholatnya), lalu jika Rosululloh SAW mulai bangkit, kaum laki-laki pun  juga bangkit.” </em>(HR. al-Bukhori : 866).</p>
<p><strong>KETUJUH : MENUTUP AURAT</strong></p>
<p>Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslim laki-laki dan perempuan,  seseorang dilarang melihat aurat sesama jenisnya, sebagaimana ia  dilarang melihat aurat lawan jenisnya<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn16">[16]</a>.</p>
<p>Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda :</p>
<p><em>“Seorang laki-laki dilarang melihat aurat laki-laki lain dan seorang wanita dilarang melihat aurat wanita lain.”</em> (HR. Muslim : 512).</p>
<p>Sungguh kita mendapati pada zaman seka­rang, banyak kaum muslimin baik laki-laki<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn17">[17]</a> atau perempuan<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn18">[18]</a> bermudah-mudahan terhadap auratnya. Mereka menyingkap auratnya baik  sengaja atau tidak. Di sisi lain, sebagian besar kaum muslimin tidak  menggubrisnya, apalagi mencegahnya. Dan yang paling mengherankan, ketika  ada sebagian muslimah berusaha menu­tup auratnya lebih sempurna, justru  mendapat ejekan, cacian, dianggap kuno, dituduh aliran sesat, teroris,  dan sebagainya.</p>
<p>Dan sini kita ketahui bahwa olahraga yang meng­haruskan pesertanya  menampilkan aurat, seperti binaraga dan semisalnya, hukumnya haram.</p>
<p><strong>KEDELAPAN : MENINGGALKAN ATURAN OLAHRAGA YANG BERTENTANGAN DENGAN ISLAM</strong></p>
<p>Dalam setiap cabang olahraga kalau kita per­hatikan, masing-masing  ada aturan mainnya. Pada dasarnya aturan yang dibuat dan disepak­ati  tidak bermasalah, tetapi ada sebagian aturan yang bertentangan dengan  aturan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Kalau demikian adanya maka seorang muslim dila­rang menaati aturan yang dibuat jika bertentan­gan dengan aturan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</p>
<p>Sebagai contoh, pertandingan-pertandingan yang membolehkan pukulan ke  arah wajah atau anggota tubuh yang berbahaya, lomba renang dengan  membuka sebagian aurat, binaraga de­ngan menampakkan auratnya,  pertandingan campuran antara laki-laki dengan wanita, atau yang  semisalnya, semuanya diharamkan sebab aturannya bertentangan dengan  aturan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</p>
<p>Al-Imam asy-Syafi’i <em>rahimahullah </em>berkata,<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn19">[19]</a> “Para sa­habat dan generasi setelah mereka sepakat bah­wa jika (seorang muslim) mengetahui sunnah Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,  maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya, lalu mengikuti pendapat  se­seorang, tidak pandang siapa pun dia, syariat Islam ini menghukumi  semua kaidah-kaidah, aturan-aturan, undang-undang, atau adat-istia­dat  yang dibuat manusia baik yang bersifat lokal atau internasional, maka  wajib setiap muslim untuk merealisasikan firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> :</p>
<blockquote><p><em>Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku.” </em>(QS. az-Zumar [39] : 13).</p></blockquote>
<p><strong>KESEMBILAN : TETAP MENUNAIKAN KEWAJIBAN AGAMANYA</strong></p>
<p>Olahraga bukanlah tugas manusia, tetapi manusia ditugasi untuk  beribadah (QS. adz-­Dzariyat : 56). Olahraga menjadi haram jika sam­pai  melalaikan kewajibannya. Oleh karenanya, haram mengadakan pertandingan  olahraga (perlombaan) pada waktu adzan dikumandang­kan, lebih-lebih jika  dikumandangkan adzan sholat jumat, karena orang yang mendengar adzan  berkewajiban untuk mendatangi masjid dan sholat berjamaah. Oleh karena  itu, Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengancam hendak membakar rumah orang-­orang yang tidak menghadiri sholat berjama’ah<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn20">[20]</a>,  lalu apakah kiranya jika ada seorang mendengar adzan lalu dia tidak  menghiraukannya, bahkan justru asyik berolahraga atau menontonnya?  Sungguh ini merupakan kelalaian yang sangat nyata.</p>
<p>Demikian pula seandainya saat hendak ber­tanding, para pemain harus  makan dan minum menjelang bertanding padahal saat itu waktu puasa  Romadhon, maka olahraga semacam ini hukumnya menjadi haram.</p>
<p><strong>KESEPULUH : TIDAKADA PELANGGARAN SYARI’AT SEPERTI RUKUK DAN SUJUD KEPADA MAKHLUK</strong></p>
<p>Sebagian cabang olahraga seperti beladiri, jika sebelum bertanding,  atau saat bertanding diharuskan adanya penghormatan dengan cara menunduk  kepada lawannya seperti rukuk atau bahkan sampai sujud, maka haram bagi  seorang muslim melakukannya.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn21">[21]</a></p>
<p>Cukuplah sunnah Rosul bagi seorang muslim jika bertemu saudaranya untuk saling bersalam­an<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn22">[22]</a>, adapun saling menundukkan badan, maka telah dilarang dalam agama Islam. Dalam se­buah hadits dijelaskan :</p>
<p><em>Dari Anas bin Malik </em><em>radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ada seseorang bertanya, ‘Wahai Rosululloh </em><em>Shallallahu  ‘alaihi wa sallam jika ada di antara kamu berjumpa dengan saudaranya  atau kawannya bolehkan dia membungkukkan badan untuknya? ‘Nabi </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Tidak boleh.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Bolehkah memeluk dan menciumnya? ‘N<sup>r</sup>ab </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam men­jawab, ‘Tidak</em><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn23">[23]</a><em>.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Bolehkah menyalami dengan tangannya?’ Nabi </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam  menjawab, ‘Ya.” </em>(HR. at-Tirmidzi: 2728<sub>,</sub><sub> </sub>dan dishohihkan oleh al-Albani <em>rahimahullah</em> dalam <em>Misykat al-Mashobih: </em>4680).</p>
<p><strong>KESEBELAS : TIDAK KAGUM DAN BERLOYALITAS KEPADA NONMUSLIM</strong></p>
<p>Termasuk perangkap setan, manusia dibuat takjub oleh kepiawaian para  bintang olahraga saat berlaga, tidak cukup merasa takjub, seba­gian  mereka hatinya condong kepadanya tanpa melihat sisi agama dan akhlaknya,  ditambah sebab kebodohannya tentang <em>al-wala’ wal baro’, </em>maka sebagian mereka membela bintang yang difavoritkan.</p>
<p>Secara tidak langsung mereka melebihkan orang kafir daripada orang  muslim, sebab me­reka lebih menonjolkan pemain kafir daripada  tokoh-tokoh Islam — utamanya Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam. </em>Bahkan  tidak jarang para pemuda muslim de­ngan bangga memakai kostum milik  bintang kafir lengkap dengan nomor punggung dan nama pemain kafir  tersebut. Bahkan terkadang ada yang tidak segan memakai baju bergambar  bintang idolanya yang kafir, <em>na’udzu billah min dzalik.</em></p>
<p>Jika kondisinya seperti im, maka hilanglah permusuhan antara kaum  muslimin dengan kaum kafir. Mereka justru duduk bersama-sama, bahkan  sebagian kaum muslimin mengidolakan musuh-musuh Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>yang  seharusnya diper­angi, karena mereka memerangi agama Islam (baca QS.  al-Mujadilah: 22), dan kaum muslimin harus menampakkan permusuhan dengan  mer­eka.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn24">[24]</a></p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em><em> </em>berfirman :</p>
<blockquote><p><em>Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu  pada Ibrohim dan orang-orang yang bersama dengan dia. Ketika mereka  berkata kepada kaum mereka. “Sesungguhnya kami terlepas diri daripada  kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari  (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan  kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja.”</em> (QS. al-Mumtahanah [40] : 4).</p></blockquote>
<p><strong>KEDUA BELAS : TIDAK MEMBAHAYAKAN</strong></p>
<p>Jika suatu pertandingan olahraga yang digelar terhadap sesuatu yang  membahayakan keselamatan pesertanya, maka olahraga tersebut menjadi  haram, seperti tinju, dan gulat bebas yang dibolehkan di dalamnya  menyakiti lawan serta membahayakan keselamatan pesertanya.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn25">[25]</a></p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em><em> </em>berfirman :</p>
<blockquote><p><em>Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Alloh adalah Maha Penyayang kepadamu.</em> (QS. an-Nisa’ [4] : 29).</p></blockquote>
<p>Demikian pula semua cabang olahraga yang hukum asalnya mubah (halal),  jika menurut dugaan yang kuat akan terjadi bahaya terhadap keselamatan  pesertanya maka diharamkan sebagaimana ayat di atas.<a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftn26">[26]</a></p>
<p><strong>KETIGA BELAS : TIDAK MENIMBULKAN SIFAT BANGGA DIRI, SOMBONG, DENGKI DAN LAINNYA</strong></p>
<p>Bangga diri (<em>ujub</em>), sombong dan dengki adalah penyakit hati  yang dapat terjadi dalam perkara apa saja, bisa sebab ilmu, harta, rupa,  pangkat, nasab, dan <em>syuhroh</em> (ketenaran). Jika seseorang yang  berolahraga salah niatnya, dia akan selalu mencari jalan supaya menjadi  yang paling nomor satu. Ketenaran dan kebanggaanlah yang menjadi  tujuannya, lalu menganggap dirinya lebih besar dan hebat, sedangkan yang  lainnya lebih lemah daripadanya dan akhirnya diremehkan. Inilah  penyakit hati yang telah disebutkan oleh Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan pelakunya dibenci oleh Alloh. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda :</p>
<p><em>“Tidak akan masuk surga siapa saja yang memliki kesombongan  walaupun sebiji sawi dalam hatinya.” Lalu ada orang bertanya, “(Wahai  Rosululloh!) Ada orang yang selalu ingin baju dan sandalnya bagus.” Lalu  Nabi </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Alloh itu Mahabagus dan mencintai yang bagus-bagus, <strong>som­bong itu adalah menolak kebenaran dan mere­mehkan manusia.” </strong></em>(HR. Muslim: 131)</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p>Kaum muslimin yang dirahmati Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, marilah kita merenungi kembali tujuan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menciptakan kita. Ilmu agama dan aktivitas du­nia yang bermanfaat sudah  cukup menyita waktu kita, sehingga kita harus berpikir seribu kali  untuk menyia-nyiakannya. Generasi yang mendapat­kan kejayaan adalah  sebaik-baik contoh buat kita untuk menjalani kehidupan sehari-hari.  Mereka menggunakan waktunya untuk duduk di majelis ilmu, belajar agama  atau mengajarkannya. Jika mendengar seruan adzan, mereka segera sholat.  Jika mendengar seruan jihad, mereka berebut su­paya tidak ketinggalan.  Mereka mencari dunia sebagai jalan menuju kampung akhirat. Mereka ridho  kepada Alloh dan Alloh pun ridho kepada mereka, dan mereka mendapatkan  janji Alloh berupa surga. Bandingkan keadaan kita dengan mereka.  Kembalilah kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>sang pencipta.  Ikhlaskan niat hanya untuk-Nya. Jangan jadikan perkara-perkara yang  asalnya mubah mengge­ser niat utama kita sebagai kaum muslimin yang  akibatnya akan perkara mubah itu menggantikan niat utama kita yaitu  mencari ridho Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Semo­ga kita dimudahkan untuk mengikuti jejak para salaf sholih. Amin.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Sumber: <strong>Majalah AL FURQON</strong> no. 112 edisi 09 th. Ke 10 Robi’ul Akhir 1432H/Maret 2011M</p>
<p>Artikel: <a title="Mengikuti Petunjuknya Shalafush Sholeh" href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/">www.ibnuabbaskendari.wordpress.com</a></p>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref1">[1]</a> Kami sarikan pembahasan ini dari Majallah al-Hikmah edisi No.3, Tanggal  1 Muharram 1415 H, bertepatan dengan 9 Juni 1994 M, hlm. 155-168,  ditulis oleh DR. Sa’id Abdul Adhim.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref2">[2]</a> HR. at-Tirmidzi : 1956, dan dishohihkan oleh al-Albani <em>rahimahullah </em>dalam <em>Silsilah Shohihah</em> : 572</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref3">[3]</a> HR. Muslim : 1674</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref4">[4]</a> HR. al-Bukhori : 1213 dan Muslim : 3076</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref5">[5]</a> HR. Ahnad : 184, dan dishohihkan oleh al-Albani <em>rahimahullah </em>dalam <em>Silsilah Shohihah</em> : 9</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref6">[6]</a> Dinukil secara bebas dari <em>Majallah al-Hikmah </em>edisi no. 3, tgl. 1 Muharrom 1415 H (9 Juni 1994 M), hlm. 118.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref7">[7]</a> Lihat <em>Majallah al-Hikmah</em> edisi no. 3, tgl. 1 Muharrom 1415 H (9 Juni 1994 M) hlm. 119.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref8">[8]</a> Betapa banyak anak-anak muda sekarang jika ditanya siapa yang  diidolakan, maka jawabnya adalah para pemain bola yang kafir, atau  semisalnya.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref9">[9]</a> Lihat HR. Muslim : 3440.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref10">[10]</a> Lihat pembahasan lebih lengkap masalah ini dalam Majalah <em>Al-Furqon</em> edisi 06 Tahun VI / Muharrom 1428 H, dengan judul “Ikhtilath Penyakit Kronis Umat” oleh <a title="Berupaya Menghidupkan Sunnah di Atas Jalan Nubuwwah " href="http://ahmadsabiq.com/" target="_blank">Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf</a> <em>hafidhahullah</em></p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref11">[11]</a> Lihat HR. at-Tirmidzi : 1173, dan beliau mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih ghorib.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref12">[12]</a> Sebagaimana perintah Alloh <em>Ta’ala</em> kepada kaum wanita dalam QS. al-Ahzab : 33</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref13">[13]</a> HR. Ahmad : 1112, dengan sanad yang shohih.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref14">[14]</a> Lihat HR. Bukhori : 6243 dan Muslim : 2657.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref15">[15]</a> HR. Muslim : 440</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref16">[16]</a> Lihat QS. an-Nur : 30 – 31</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref17">[17]</a> Seperti menyingkap paha, padahal paha adalah aurat sebagaimana sabda Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> “Paha adalah aurat (kaum laki-laki)” (HR. al-Bukhori: 2/112). Dan Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang sahabatnya menyingkap pahanya serta melarang melihat paha  laki-laki lainnya (HR. Abu Dawud: 3140, dan dishohihkan oleh al-Albani <em>rahimahullah </em>dalam <em>Shohih wa Dho’if al-jami’ ash-Shoghir: </em>13397)</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref18">[18]</a> Yang paling sering dijumpai dari wanita adalah menying­kap rambut dan  kepalanya, padahal keduanya termasuk aurat sebagaimana disepakati para  ulama (lihat <em>Majallah al-Hikmah </em>edisi no. 3, tgl. I Muharrom  1415 H, hlm. 126). Memang kita patut bersyukur dengan semakin banyaknya  jumlah wanita yang berjilbab, tetapi yang kita sesalkan adalah sebagian  wanita yang enggan bejilbab atau ber­jilbab tetapi hakikatnya tidak  mengenakannya, seperti berjilbab tetapi dadanya tersingkap, betisnya  ditampa­kkan, berjilbab pendek sehingga rambutnya tetap terburai,  berjilbab tetapi memakai bawahan yang sangat ketat, atau yang  semisalnya; ini semua adalah kesalahan yang sebab utamanya adalah  kesalahpahaman mereka tentang jilbab, yang mana mereka menganggap jilbab  hanya mode bukan untuk menutup aurat dan menjaga kehormatan.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref19">[19]</a> Dinukil dari <em>Majallah al-Hikmah</em> edisi no. 3, tgl 1 Muharrom 1415 H. hlm. 129-130.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref20">[20]</a> Lihat HR. Muslim : 1041.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref21">[21]</a> Lihat keharaman hukum sujud dan rukuk kepada manu­sia dalam <em>Zadul Ma’ad fi Hadyi Khoiril Ibad </em>kar. Ibnul Qoyy­im <em>rahimahullah</em> (dinukil dari <em>Majallah al-Hikmah </em>edisi no. 3, tgl. 1 Muharrom 1415 11, hIm. 132).</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref22">[22]</a> Sebagaimana dalam HR. ath-Thobroni 1/8/1/99, dan dishohihkan oleh al-Albani <em>rahimahullah </em>dalam <em>Silsilah Shohihah</em> : 2647.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref23">[23]</a> Akan tetapi, bukan berarti memeluk dan mencium saudaranya hukumnya  haram, karena ada keterangan dalam hadits yang lain bahwa kebiasaan  sahabat jika salah satu mereka datang dari bepergian jauh mereka saling  berpelukan (HR. al-Balhaqi : 7/100, dan dishohihkan oleh al-Albani <em>rahimahullah </em>dalam <em>Silsilah Shohihah</em> : 160).</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref24">[24]</a> Namun, bukan berarti kaum muslimin tidak boleh sama sekali berbuat baik  kepada orang kafir. Kaum muslimin harus selalu adil bahkan tidak boleh  mengkhianati mereka jika mereka tidak berkhianat dan tidak memerangi  agama Islam (QS. al-Mumtahanah [60]: 8). Sebagai bukti hal ini,  Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berjual beli dengan  mereka, beliau pernah menjenguk orang kafir yang sakit. dan beliau  pernah men­girim hadiah kepada. raja kafir; ini semua dilakukan jika  terdapat maslahat di dalamnya seperti harapan supaya masuk Islam, dan  bukan berarti Rosululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>cinta kepada orang-orang kafir, maka harus dibedakan antara berbuat adil dan cinta kepada mereka. (Lihat <em>Majallah al-­Hikmah </em>edisi no. 3, tgl. I Muharrom 1415 H, hIm. 133)</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref25">[25]</a> Sebagaimana Majlis Fatwa al-Majma’ al-Fiqhi al-Islami li Robithoh  al-Alam al-Islamiy pada muktamarnya yang ke-10 digelar di Makkah  al-Mukarromah, pada tanggal 24 Shofar 1408 H, telah memutuskan bahwa  kedua cabang olahraga ini hukumnya haram.</p>
</div>
<p><a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/04/10/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/#_ftnref26">[26]</a> Adapun hukum olahraga seperti balap motor, balap mo­bil, lomba lari,  panjat tebing, gulat, karate, taekwondo, kungfu, dan lainnya, maka hukum  asalnya adalah ter­masuk yang dianjurkan sebagaimana Alloh <em>Ta’ala </em>perintahkan hamba-Nya untuk melatih dan menyiapkan kekuatan (QS. al-Anfal [8]: 60), dan Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintah para sahabatnya berlatih memanah (HR. al-Bukhori: 3122),  hanya saja para ulama mensyaratkan kehalalannya jika diduga kuat tidak  akan membahayakan peserta, dan menjadi haram jika diduga kuat akan  membahayakan pesertanya. (Lihat <em>al-­Hikmah </em>edisi no. 3, tgl. 1 Muharrom 1415 H, hlm. 153-162</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/informasi/'>INformasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=527&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/11/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ibnuabbaskendari.files.wordpress.com/2011/04/rambu-rambu-agama-dalam-olahraga.png?w=150&#038;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sambiloto</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/11/523/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/11/523/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 10:55:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[INformasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Sambiloto Dari Wikipedia bahasa Indonesia, &#160; Tumbuhan Sambiloto Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Ordo: Lamiales Famili: Acanthaceae Genus: Andrographis Spesies: A. paniculata Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=523&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 id="firstHeading">Sambiloto</h1>
<div id="siteSub">Dari Wikipedia bahasa Indonesia,</div>
<table>
<tbody>
<tr>
<th></th>
</tr>
<tr>
<td><a title="Tumbuhan Sambiloto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Andrographis_paniculata_001.JPG"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c0/Andrographis_paniculata_001.JPG/225px-Andrographis_paniculata_001.JPG" alt="Tumbuhan Sambiloto" width="225" height="169" /></a>&nbsp;</p>
<div><small>Tumbuhan Sambiloto</small></div>
</td>
</tr>
<tr>
<th><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_ilmiah">Klasifikasi ilmiah</a></th>
</tr>
<tr>
<td>
<table cellpadding="2">
<tbody>
<tr valign="top">
<td>Kerajaan:</td>
<td><a title="Plantae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plantae">Plantae</a></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Ordo:</td>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lamiales">Lamiales</a></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Famili:</td>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Acanthaceae">Acanthaceae</a></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Genus:</td>
<td><em><a title="Andrographis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Andrographis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Andrographis</a></em></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Spesies:</td>
<td><em><strong>A. paniculata</strong></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<th></th>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Sambiloto</strong> merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak  yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Asalnya diduga dari Asia  tropika. Penyebarannya dari </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/India"><span style="color:#000000;">India</span></a><span style="color:#000000;"> meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa"><span style="color:#000000;">Jawa</span></a><span style="color:#000000;">. Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700 </span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meter"><span style="color:#000000;">meter</span></a><span style="color:#000000;"> dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan  2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius. Kelembaban yang  dibutuhkan termasuk sedang, yaitu 70-90% dengan penyinaran agak lama.  Nama daerah untuk sambiloto antara lain: sambilata (Melayu); ampadu  tanah (Sumatera Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa  Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura), sedangkan nama asingnya  Chuan xin lien (</span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina"><span style="color:#000000;">Cina</span></a><span style="color:#000000;">)</span></p>
<h2>Ciri Morfologi</h2>
<p>Batang sambiloto berkayu, berpangkal bulat, berbentuk segi empat saat  muda dan bulat setelah tua, percabangan monopodial, dan berwarna hijau.  Daun kecil-kecil berbentuk lanset, pangkal rata, permukaan berwarna  hijau tua, tepi tidak bergerigi. Bunga berwarna putih kekuningan dan  bertangkai. Buah berbentuk jorong kecil, bila tua akan pecah menjadi 4  keping. Bunganya berwarna putih atau ungu dan berbunga sepanjang tahun.  Buah yang dihasilkan berbentuk memanjang sampai jorong, sedang bijinya  berbentuk gepeng<sup>.</sup></p>
<p><span id="more-523"></span></p>
<h2>Bagian yang dimanfaatkan</h2>
<p>Tanaman sambiloto digunakan untuk mencegah pembentukan radang,  memperlancar air seni (diuretika), menurunkan panas badan  (antipiretika), obat sakit perut, kencing manis, dan terkena racun.  kandungan senyawa kalium memberikan khasiat menurunkan tekanan darah.  Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto  10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan  kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid<span style="color:#000000;"><sup>.</sup></span></p>
<p><strong>Penyakit Yang Dapat Diobati :</strong></p>
<p>Hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, ;  Influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, malaria, ; Radang  paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis),; Radang ginjal akut  (pielonefritis), radang telinga tengah (OMA), ; Radang usus buntu,  sakit gigi, demam, kencing nanah (gonore),; Kencing manis (diabetes  melitus), TB paru, skrofuloderma,; Batuk rejan (pertusis), sesak napas  (asma), leptospirosis,; Darah tinggi (hipertensi), kusta (morbus  hansen=lepra),; Keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan  laut,; Kanker:penyakit trofoblas, kehamilan anggur (mola hidatidosa),;;  Trofoblas ganas (tumor trofoblas), tumor paru.;</p>
<p>BAGIAN YANG DIGUNAKAN :<br />
Herba. Dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan.</p>
<p><strong>RESEP / RAMUAN PEMAKAIAN</strong><br />
<strong>1. Tifoid</strong><br />
Daun sambiloto segar sebanyak 10 – 15 lembar direbus dengan 2<br />
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan<br />
madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.</p>
<p><strong>2. Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru</strong><br />
Herba kering sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai<br />
tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum<br />
sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.</p>
<p><strong>3. Disentri</strong><br />
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan<br />
selama 3 – 4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang<br />
terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g<br />
sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali<br />
masing-masing 1/3 bagian.</p>
<p><strong>4. Influenza, sakit kepala, demam</strong><br />
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air<br />
panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3 – 4 kali sehari.</p>
<p><strong>5. Demam</strong><br />
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan<br />
1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang<br />
digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.</p>
<p><strong>6. TB paru</strong><br />
Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu<br />
secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5<br />
cm. Pil ini Ialu diminum dengan air matang. Sehari 2 – 3 kali, setiap<br />
kali minum 15 – 30 pil.</p>
<p><strong>7. Batuk rejan (pertusis), darah tinggi</strong><br />
Daun sambiloto segar sebanyak 5 – 7 lembar diseduh dengan 1/2<br />
cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk.<br />
Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.</p>
<p><strong>8. Radang paru, radang mulut, tonsilitis</strong><br />
Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 – 4,5 g diseduh dengan<br />
air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum<br />
sekaligus.</p>
<p>9. Faringitis<br />
Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air<br />
matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.</p>
<p><strong>10. Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi</strong><br />
Herba sambiloto segar sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air<br />
sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali<br />
sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling<br />
halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.</p>
<p><strong>11. Kencing manis /Diabetes Mellitus</strong><br />
Daun sambiloto segar sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu direbus<br />
dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin<br />
disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.<br />
<strong>SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : : </strong></p>
<p>KANDUNGAN KIMIA : Daun dan percabangannya mengandung laktone yang  terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit),  neoandrografolid, 14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid, dan  homoandrografolid. Juga terdapat flavonoid, alkane, keton, aldehid,  mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Flavotioid  diisolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrografin,  pan.ikulin, mono-0- metilwithin, dan apigenin-7,4- dimetileter. Zat  aktif andrografolid terbukti berkhasiat sebagai hepatoprotektbr  (melindungi sel hati dari zat toksik). Efek Farmakologis dan Hasil  Penelitian : 1. Herba ini berkhasiat bakteriostatik pada Staphylococcus  aurcus, Pseudomonas aeruginosa, Proteus vulgaris, Shigella dysenteriae,  dan Escherichia coli. 2. Herba ini sangat efektif untuk pengobatan  infeksi. In vitro, air rebusannya merangsang daya fagositosis sel darah  putih. 3. Andrografolid menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian  vaksin yang menyebabkan panas pada kelinci. 4. Andrografolid dapat  mengakhiri kehamilan dan menghambat pertumbuhan trofosit plasenta. 5.  Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai efek muskarinik pada pembuluh  darah, efek pada jantung iskeniik, efek pada respirasi sel, sifat  kholeretik, antiinflamasi, dan antibakteri. 6. Komponen aktifnya seperti  ncoandrografolid, andrografolid, deoksiandrografolid dan 14-deoksi-11,  12-didehidroandrografolid berkhasiat antiradang dan antipiretik. 7.  Pemberian rebusan daun sambiloto 40% bly sebanyak 20 milkg bb dapat  menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (W. Sugiyarto, Fak. Farmasi  UGM, 1978). 8. Infus daun sarnbiloto 5%, 10% dan 15%, semuanya dapat  menurunkan suhu tubuh marmut yarrg dibuat demam (Hasir, jurusan Farmasi,  FMIPA UNHAS, 1988). 9. Infus herba sambiloto mempunyai daya antijamur  terhadap Microsporum canis, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton  rubrum, Candida albicans, dan Epidermophyton floccosum (Ja</p>
<p>Ardhi2010 sumber bacaan<br />
Sentra Informasi IPTEK</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/informasi/'>INformasi</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/kesehatan/'>kesehatan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/523/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=523&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/04/11/523/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c0/Andrographis_paniculata_001.JPG/225px-Andrographis_paniculata_001.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">Tumbuhan Sambiloto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Kurma Untuk Kesehatan</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/03/03/manfaat-kurma-untuk-kesehatan/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/03/03/manfaat-kurma-untuk-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 07:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[kurma Bulan puasa adalah bulan yang penuh barokah. Segala kehangatan dan kesejukan terasa di bulan ini pula sebagian besar orang mengkonsumsi buah kurma sebagai penghilang rasa lapar selepas seharian berpuasa. Tetapi di balik rasanya yang manis itu, tersimpan berbagai manfaat yang berguna untuk kesehatan tubuh. Lantas apa sajakah manfaat kurma untuk kesehatan? &#160; Puasa identik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=520&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2><a title="Permanent Link to Manfaat Kurma Untuk Kesehatan" rel="bookmark" href="http://jualanherbalalami.wordpress.com/2011/01/30/manfaat-kurma-untuk-kesehatan/"><br />
</a></h2>
<p><a title="Komentar pada Manfaat Kurma Untuk Kesehatan" href="http://jualanherbalalami.wordpress.com/2011/01/30/manfaat-kurma-untuk-kesehatan/#respond"><br />
</a></div>
<div>
<div><a href="http://jualanherbalalami.wordpress.com/kurma"><img title="kurma" src="http://cahpct.files.wordpress.com/2010/06/051632p.jpg?w=298&#038;h=225&#038;h=225" alt="kurma" width="298" height="225" /></a>kurma</p>
</div>
</div>
<div>Bulan puasa adalah bulan yang penuh barokah. Segala kehangatan dan   kesejukan terasa di bulan ini pula sebagian besar orang mengkonsumsi <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">buah kurma</a> sebagai penghilang rasa  lapar selepas seharian berpuasa. Tetapi di  balik rasanya yang manis  itu, tersimpan berbagai manfaat yang berguna  untuk kesehatan tubuh.  Lantas apa sajakah manfaat <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> untuk kesehatan?</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Puasa  identik dengan kurma, itu kata sebagaian orang yang menyadari betapa  seringnya mereka melihat orang berjualan <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> di bulan Ramadhan  dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Mereka menganggap dengan <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> secukupnya, dapat  menghilangkan rasa lapar sementara sebelum melakukan ibadah lanjutan  lainnya.</p>
<p><a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">Kurma</a> yang mempunyai nama latin  phoenix dactilifera sudah dikenal sejak zaman paleolitik. <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">Kurma</a> merupakan sejenis tanaman  palma yang banyak ditanam di daerah jazirah Arab dan sebagian orang  menganggap <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> hanya hidup di padang  pasir. Namun di daerah lain yang memiliki tinggal kekeringan cukup  tinggi, <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> dapat pula hidup. Kini,  buah yang rasanya manis itu menjadi komoditas  pertanian andalan yang  laku keras untuk dijual oleh bangsaa Arab,  Afrika dan bahkan China.</p>
<p>Menurut  Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> memiliki kandungan nutrisi  yang berguna bagi tubuh. “Setidaknya gula  (glukosa) menjadi komponen  utama dengan komposisi yang mencapai 50  persen dari seluruh kandungan  buahnya,” katanya. Guru besar IPB ini  juga mengatakan, kandungannya  lebih besar dibandingkan buah-buahan  lainnya yang hanya mencapai 20-30  persen saja.</p>
<p>Pada <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> yang masih lembek (matang di  pohon dan belum dijemur) kandungan gulanya sekitar 60 persen. Sedangkan  <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> yang telah dikeringkan  kandungannya cukup tinggi, sekitar 70 persen. Kandungan gula dalam <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> memiliki daya serap yang  buruk, sekitar 45-50 menit sehingga waktu  untuk pengolahan menjadi  nutrisi yang disalurkan ke dalam darah menjadi  lumayan lama.</p>
<p>Buah  padang pasir ini juga mengandung berbagai vitamin yang  diperlukan oleh  tubuh. Vitamin A, thiamin, riboflavin, zat besi,  vitamin B berada dalam <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">buah kurma</a>.  Riboflavin dan niasin  misalnya, akan membantu melepaskan energi dari  makanan, sementara  thiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat.  Vitamin A dan  niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara  kulit yang  sehat. Thiamin pentingn bagi sel-sel saraf, semeentara  niasin menjaga  fungsi normal saraf.</p>
<p>Mineral juga sangat banyak ditemukan dalam <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a>.  Magnesium dan kalium  setidaknya berada dalam jumlah yang cukup bisa  diandalkan untuk membantu  kinerja tubuh menjadi lebih baik. “Banyak  juga terkandung serat-serat  seperti layaknya buah yang lainnya,” tutur  Prof Ali. Menurut beliau,  serat tersebut dapat membuat pencernaan  menjadi baik. Kandungan <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> membuat usus menjasi lunak  dan mengaktifkannya sehingga secara alamiah seseorang secara mudah dapat  buang air besar.<br />
<a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">Kurma</a> untuk Kesehatan</p>
<p>Bahan-bahan  alami yang telah disediakan di alam memang memiliki manfaat bagi tubuh.  Begitu pula dengan <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a>.  Buah yang satu ini juga  memiliki khasiat yang dirasa cukup ampuh untuk  membuat tubuh menjadi  sehat dan juga mengatasi permasalahan yang  sering timbul dalam dunia  kesehatan.</p>
<p>Kandungan kalium <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> yang tinggi, menurut Prof  Ali sangat menguntungkan jantung dan pembuluh <a href="http://obat-demam-berdarah.blogspot.com/">darah</a>. Denyut nadi menjadi semakin  teratur dan otot-otot menjadi kontraksi sehingga membantu menstabilkan  tekanan <a href="http://obat-demam-berdarah.blogspot.com/">darah</a>.  Hanya saja, kadar kalium  yang tinggi tidak diimbangi dengan kadar  garam yang tinggi (natrium).  “Sehingga bagi mereka yang memiliki  tekanan <a href="http://habbatus-sauda-syifa.blogspot.com/">darah tinggi</a> (<a href="http://habbatus-sauda-syifa.blogspot.com/">hipertensi</a>) saya  kira tidak cocok untuk mengkonsumsi <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a>,  apalagi jika  mengkonsumsinya secara berlebih,” katanya. Beliau juga  menambahkan kalau  kalium itu juga mampu membuat kita terhindar dari  kaku otot.</p>
<p>Potasium  yang tinggi juga ada dalam <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a>.  Sekedar pengingat saja  kalau potasium mempunyai manfaat untuk  mengendalikan tekanan darah,  terapi bagi mereka yang bertekanan darah  tinggi, membersihkan karbon  dioksida dalama darah serta memicu kerja  otot dan simpul saraf.</p>
<p>Zat  tannin yang tinggi pada <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> dapat digunakan sebagai anti  diare. <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">Kurma</a> juga dapat digunakan  sebagai obat flu, radang tenggorokan, mengatasi mabuk serta meningkatkan <a href="http://obat-demam-berdarah.blogspot.com/">trombosit</a> dalam <a href="http://obat-demam-berdarah.blogspot.com/">darah</a> bagi mereka yang terkena <a href="http://obat-demam-berdarah.blogspot.com/">demam berdarah</a>. Caranya yaitu  dengan memblender 500 gram <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> yang telah dibuang kulitnya,  kemudian campur dengan lima gelas air  putih sampai halus. Hasil dari  blenderan tersebut diminum sebanyak satu  gelas tiap satu jam selama  sehari.</p>
<p>Mereka yang terkena sakit  kepala juga dapat terobati dengan mengkonsumsi <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">buah kurma</a>. Setelah melakukan  penelitian lebih lanjut, ternyata dalam <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> terdapat zat salisilat  (suatu zat yang lazim dipakai sebagai bahan  baku obat sakit kepala, penghilang rasa  sakit hingga demam). Tetapi <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> sebaiknya tidak dimakan oleh  mereka yang memiliki penyakit <a href="http://obat-diabetes-melitus.blogspot.com/">diabetes</a>.  Bukannya membaik, <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> akan membuat kadar gula  penderita diabetes yang sudah cukup tinggi  menjadi lebih tinggi. “Saya  juga tidak menyarankan itu,” ujar Prof Ali.<br />
<a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">Kurma</a> dan Bulan Puasa</p>
<p>Memakan  <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> saat berbuka adalah sesuatu  yang nikmat. Rasa manis <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> mampu menggantikan tenaga  yang hilang saat matahari bepijar. Tetapi  yang akan dimakan itu  jumlahnya jangana terlalu banyak karena akan  membuat kita cepat  kenyang.”Dalam agama disarankan untuk mengkonsumsi  lima <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">buah kurma</a> dan saya kira itu  cukup,” ungkap Prof Ali.</p>
<p>Beliau menyarankan jumlah yang tidak  banyak tersebut karena apabila  kita mengkonsumsinya terlalu banyak, akan  menyusahkan kita saat  melakukan ibadah. Selain itu, rasa kenyang yang  timbul akan membuat  kita tidak angin mengkonsumsi makanan lainnya  (seperti empat sehat lima  sempurna) yang justru kita butuhkan sebagai  pengganti ion-ion tubuh  yang hilang.</p>
<p>Dalam beberapa literature,  masih terjadi perdebatan mengenai perlu atau tidaknya <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> dikonsumsi saat sahur.  Sebagian mengatakan perlu karena kandungan serat yang tinggi dalam <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> memang diperlukan saat siang  menjelang. Sedangkan mereka yang  beragumen tidak perlu, seperti Prof  Ali mengatakan kalau serat dalam <a href="http://herbal.idolakita.com/produk/sari-kurma-tamr/">kurma</a> membuat perut cepat sekali  kenyang. Akibatnya mereka yang akan  berpuasa tidak ada cadangan tenaga  untuk berpuasa pada siang harinya.  (adit/genie/via)</p>
<p>Sumber: http://jualanherbalalami.wordpress.com/</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/520/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=520&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/03/03/manfaat-kurma-untuk-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahpct.files.wordpress.com/2010/06/051632p.jpg?w=298&#038;h=225" medium="image">
			<media:title type="html">kurma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BEBASKAN RUMAH MUSLIM DARI ASAP ROKOK!</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/24/bebaskan-rumah-muslim-dari-asap-rokok/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/24/bebaskan-rumah-muslim-dari-asap-rokok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 23:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[INformasi]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Bebaskan Rumah Muslim Dari Asap Rokok! Oleh Muhammad Ashim bin Musthofa sumber almanhaj.or.id Sungguh sangat memprihatinkan, pemandangan sejumlah kaum muslimin yang asyik menyulut rokok di serambi masjid. Padahal, biasanya hal-hal yang berbau asap, hanya di jumpai di tempat-tempat kotor (pembuangan sampah) dan polusi, seperti di terminal, jalanan atau tempat lainnya yang sejenis. Bahkan orang-orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=495&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Bebaskan Rumah Muslim Dari Asap Rokok!</h1>
<p>Oleh<br />
Muhammad  Ashim bin Musthofa</p>
<p>sumber almanhaj.or.id</p>
<p>Sungguh sangat memprihatinkan, pemandangan  sejumlah kaum muslimin yang asyik menyulut rokok di serambi masjid. Padahal,  biasanya hal-hal yang berbau asap, hanya di jumpai di tempat-tempat kotor  (pembuangan sampah) dan polusi, seperti di terminal, jalanan atau tempat lainnya  yang sejenis.</p>
<p>Bahkan orang-orang yang telah ditokohkan oleh masyarakat  tidak lepas dari kebiasaan “membakar diri” ini. Tidak mengherankan bila rokok  menjadi sesuatu yang gampang dicari, barangnya maupun penggemarnya. Bahkan  kegemaran merokok ini pun terbawa saat menunaikan ibadah haji, sehingga menjadi  melekat pada jama’ah haji Indonesia. Karena memang, ada saja jama’ah haji  Indonesia yang nekad menyulut rokok di dekat pintu keluar Masjidil Haram. Maka  pantas saja, dalam salah satu selebaran yang dibagikan cuma-cuma di sana, memuat  pelanggaran-pelanggaran yang kerap dilakukan oleh jama’ah haji Indonesia, di  antaranya adalah merokok. Sungguh sangat memprihatinkan sekali.</p>
<p><span id="more-495"></span></p>
<p>ALLAH  MEMERINTAHKAN KITA AGAR MENGKONSUMSI YANG BAIK-BAIK<br />
Demikianlah perintah  Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ditujukan kepada para rasul-Nya dan kaum  mukminin. Satu perintah yang sudah pasti bersumber dari rahmat dan kasih Allah  Subhanhu wa Ta’ala kepada para hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman.</p>
<p>يَآأَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا  صَالِحًا إِنِّي بِمَاتَعْمَلُونَ عَلِيمٌ</p>
<p>“Hai rasul-rasul, makanlah dari  makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha  Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [Al-Mukminun : 51]</p>
<p>Syaikh Abdur-Rahman  As-Sa’di rahimahullah menjelaskan, salah satu kandungan ayat diatas menyatakan,  bahwa para rasul secara keseluruhan sepakat membolehkan makanan-makanan yang  baik-baik dan mengharamkan barang-barang yang buruk.[1]</p>
<p>Allah Subhanahu  wa Ta’ala berfirman.</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُلُوا مِن  طَيِّبَاتِ مَارَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا للهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rezeki yang baik-baik  yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya  kepada Allah kamu menyembah” [Al-Baqarah : 172]</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui,  makanan yang thayyib (baik) sangat menunjang kesehatan jasmani dan ruhani Begitu  pula dari kacamata kesehatan, asupan makanan yang memenuhi gizi seimbang (sehat)  sangat penting bagi kesehatan tubuh. Adapun dari segi ruhani, makanan yang  thayyib mempunyai andil dalam menata “organ tubuh dalam” bagi manusia, hingga  jiwanya pun menjadi baik, tunduk patuh kepada Rabbnya, menyukai kebaikan dan  berlomba untuk meraihnya. Jadi ath-thoyyibat (makanan-makanan yang baik), ialah  yang diperbolehkan oleh Allah, berupa makanan-makanan yang bermanfaat bagi  jasmani, akal dan perilaku. Setiap yang bermanfaat itulah makanan yang thayyib.  Adapun makanan-makanan yang berbahaya, itu semua termasuk khabis (buruk)  [2].</p>
<p>Sisi ini, benar-benar menjadi sandaran dalam menentukan masalah  tahlil (penghalalan) dan tahrim (pengharaman) dalam agama Islam yang hanif.  Syaikh Shalih Al-Fauzan menggariskan kaidah dalam masalah ini, yaitu :”Setiap  barang yang suci yang tidak mengandung madharat (bahaya) apapun, dari jenis  biji-bijian, buah-buahan, (daging) binatang, itu halal. Dan setiap benda yang  najis, seperti bangkai, darah atau barang yang tercemar najis, dan setiap yang  mengandung madharat, semisal racun dan sesuatu yang serupa dengannya, hukumnya  haram” [3]</p>
<p>ORIENTASI UMUM HUKUM-HUKUM ISLAM (MAQASHIDUSY  SYARI’AH)<br />
Tidak diragukan lagi, jika syari’at Islam yang lurus, misinya ialah  mendatangkan kemaslahatan dan menyempurnakannya, serta menampik seluruh  kejelekan dan menekannya sekecil mungkin. Dalam Islam, ini merupakan prinsip  yang penting, Ibnu Taimiyah rahimahullah acap kali menyatakan, bahwa syari’at  (Islam) datang untuk menyuguhkan seluruh kemaslahatan dan melengkapinya, dan  menghentikan seluruh kerusakan dan memperkecilnya [4]. Sehingga, segala hal yang  baik, atau kebaikannya rajihah (dominan), maka syari’at memerintahkannya. Adapun  sebuah perkara yang benar-benar jelas keburukannya, atau keburukannya rajihah  (lebih kuat), maka syari’at akan melarangnya. [5]</p>
<p>Termasuk kaidah dan  prinsip umum di atas, yaitu kaidah yang berbunyi : La dharara wala dhirar (tidak  boleh menciptakan bahaya bagi diri sendiri dan membahayakan orang lain),  adh-dhararu yuzal (bahaya harus dihilangkan).</p>
<p>BETULKAH ROKOK BARANG YANG  BURUK?<br />
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, secara jelas dapat kita lihat,  dalam setiap kemasan dan tayangan iklan produk rokok, baik di media cetak maupun  elektronik, selalu tertera pesan berupa peringatan yang baik, yaitu ; merokok  dapat mengakibatkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan  dan janin. Sehingga tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa rokok memang mengandung  banyak bahan kimia yang membahayakan bagi manusia.</p>
<p>Ironisnya , “pesan  atau peringatan baik” ini hanya sekedar pesan yang bersifat simbolis semata,  bahkan sangat tidak efektif. Keberadaan pesan tersebut sama saja antara ada dan  tidak adanya. Padahal telah diakui oleh para ahli, banyak bahaya yang  ditimbulkan oleh sebatang rokok.</p>
<p>BAGAIMANA PULA DENGAN SYARIAT  ISLAM?<br />
Islam sangat menghormati jiwa. Karena itu, jika dalam kondisi yang  benar-benar darurat, kita diharuskan makan meskipun barang tersebut haram.  Begitu pula Islam melarang bunuh diri, dan lain sebagainya. Islam juga sangat  menghargai akal manusia. Oleh sebab itu, Islam melarang benda-benda yang dapat  menghilangkan kesadaran, baik yang hissi (benda padat semacam minuman keras,  misalnya) atau bersifat maknawi, semacam judi, musik dan menyaksikan obyek-obyek  yang diharamkan. Dan Islam juga benar-benar memperhatikan kesucian dan  keselamatan an-nasl (keturunan). Maka, dianjurkan untuk menikah, persaksian  dalam pernikahan, perhatian kepada anak-anak, melarang pernikahan dengan wanita  pezina, larangan ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan), dan  sebagainya. [6]</p>
<p>Coba kita membandingkan nilai-nilai luhur dalam Islam  ini, yang masuk dalam bingkai pemeliharaan dharuriyyatul-khams (lima perkara  primer) dengan pesan atau peringatan yang melekat dalam setiap kemasan bungkus  rokok. Hasinya, sangat bertentangan. Apalagi jika menghitung banyaknya uang yang  dibelanjakan untuk membeli rokok, maka semakin jelas kebiasaan merokok sangat  berseberangan dengan spirit pemeliharaan harta dalam Islam (hifzul  mal).</p>
<p>BAWANG ATAUKAH ROKOK YANG MENYISAKAN BAU LEBIH BUSUK PADA MULUT  ORANG?<br />
Menyoal kegunaan bawang, setiap orang sudah mengetahui, hingga  kelezatan kebanyakan makanan tidak lepas dari rempah-rempah ini. Akan tetapi  harus dimengerti, yakni bagi orang yang mengkonsumsinya dalam keadaan mentah, ia  tidak boleh masuk dan menghadiri shalat berjama’ah di masjid, sampai bau  menyengat bawang dari mulutnya hilang.</p>
<p>Dari sahabat Ibnu Umar, bahwasanya  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada hari penaklukan  Khaibar.</p>
<p>مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ يَعْنِي الثُّومَ فَلاَ  يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا</p>
<p>“Baragsiapa yang makan dari pohon ini –yaitu  bawang putih- janganlah ia mendekati masjid kami”.[7]</p>
<p>Dari Jabir bin  Abdillah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>مَنْ أَكَلَ  ثُومًا أَوْ بَصَلاً فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ قَالَ فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا  وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ</p>
<p>“Barangsiapa makan bawang putih atau bawang  merah, hendaknya ia menjauhi kami (atau berkata), hendaknya ia menjauhi masjid  kami dan duduk saja di rumahnya”</p>
<p>Dalam riwayat lain.</p>
<p>مَنْ أَكَلَ  مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ اَلْخَبِيْثَةَ و قَالَ مَرَّةً مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ  وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ  تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ</p>
<p>“Barangsiapa yang makan  dari tanaman yang busuk ini : beliau (juga) pernah mengatakan barangsiapa makan  bawang merah, bawang putih dan bawang bakung, hendaknya ia jangan mendekati  masjid kami. Sebab malaikat terganggu dengan barang yang manusia terganggu  dengannya” [8]</p>
<p>Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman menyimpulkan, dalam  hadits-hadits ini terdapat keterangan dibencinya makan bawang merah dan bawang  putih ketika akan mendatangi masjid. Hal ini, karena Islam merupakan agama yang  peduli dengan perasaan orang lain, menganjurkan bau yang normal dan moral yang  baik. Tergolong dalam hukum ini juga, yaitu bawang putih, bawang merah dan jenis  bawang bakung, serta setiap makanan yang mengandung bau tidak enak dan jenis  lainnya.</p>
<p>Beliau menambahkan : Hukum –dalam masalah ini- di pelataran  masjid dan tempat yang berada di dekatnya sama. Karena itu, Umar Radhiyallahu  ‘anhu berkata dalam khutbahnya : “Kemudian kalian, wahai orang-orang yang makan  dari dua tanaman ini. Aku tidaklah mengangapnya, kecuali khabits (buruk),  (yaitu) bawang merah dan bawang putih ini. Aku pernah melihat Rasulullah, bila  beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjumpainya baunya dari seseorang di dalam  masjid, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeluarkannya sampai Baqi.  Barangsiapa memakannya hendaknya mematikan baunya dengan dimasak (dahulu)”  [9]</p>
<p>Oleh karena itu, sebagian ulama mengatakan, setiap orang yang pada  dirinya terdapat bau tidak enak, membuat orang lain terganggu, harus dikeluarkan  dari masjid, meski harus dengan menyeret tangan dan kakinya, bukan dengan  menarik jenggot dan rambutnya. Demikian yang termuat dalam (kitab) Majalis  Al-Abrar. [10]</p>
<p>Imam An-Nawawi rahimahullah memasukkan hadits-hadits  tersebut di atas dalam judul “Bab larangan bagi orang yang makan bawang putih  dan bawang merah, atau bawang bakung dan makanan sejenis yang mempunyai bau  tidak sedap dari mendatangi masjid, sampai baunya hilang dan dikeluarkan dari  dalam masjid”.</p>
<p>Begitu pulalah yang terjadi dengan orang yang merokok.  Kebiasan menghisap rokok telah menyisakan bekas bau busuk. Sehingga keberadaaan  orang tersebut di tempat mulia, seperti rumah-rumah Allah dihalangi untuk  sementara. Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman menyamakan hukumnya dengan hukum  memakan bawang mentah. Disebabkan, terdapat kesamaan pada keduanya. Yaitu bau  tidak enak yang menyengat.</p>
<p>Beliau berkata, “Faktor penyebab larangan  menghadiri shalat jama’ah (bagi orang yang memakan bawang mentah) adalah bau  yang busuk, sebagaimana tertuang pada sebagian hadits, dan terganggunya malaikat  oleh apa saja yang mengganggu anak Adam, sperti terkandung dalam beberapa  hadits, maka sesungguhnya, hukum rokok pun diikutsertakan dengan bawang merah  dan dan bawang putih. Bahkan rokok, baunya lebih menusuk” [11]</p>
<p>Syaikh Bin  Baz rahimahullah berkata : “Hadits ini dan hadits shahih lainnya yang semakna,  menujukkan dibencinya (makruh) seorang muslim mendatangi shalat jama’ah, selama  bau busuk masih kentara pada dirinya. Baik, karena usai makan bawang merah atau  putih, atau makanan yang berbau tajam lainnya. Seperti juga rokok , sampai  baunya sirna. Selain rokok mengandung bau yang busuk, hukumnya (juga)  diharamkan, (yakni dengan) menilik banyaknya bahaya yang terkandung di dalamnya,  dan keburukannya yang sudah diketahui. Rokok masuk dalam konteks firman  Allah.</p>
<p>وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ</p>
<p>&#8220;Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi  mereka segala yang buruk” [Al-A’raf : 157]</p>
<p>Dalam ayat  lain.</p>
<p>يَسْئَلُونَكَ مَاذَآأُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ  الطَّيِّبَاتُ</p>
<p>&#8220;Mereka menanyakan kepadamu : “Apakah yang dihalalkan bagi  mereka”. Katakanlah : Dihalalkan bagimu yang baik-baik” [Al-Maidah :  4]</p>
<p>Dan sudah diketahui, rokok bukan termasuk barang yang baik. Oleh  karenanya, dapat dimengerti kalau rokok termasuk barang haram bagi umat ini”  [12]</p>
<p>Kandungan surat Al-A’raf ayat 157 ini sudah cukup untuk menunjukkan  kepada orang-orang yang berakal mengenai haramnya rokok. Ayat tersebut hanya  membagi makanan dan minuman ke dalam dua jenis saja : tidak ada jenis yang  ketiga. Makanan yang baik-baik diperbolehkan, dan makanan yang buruk diharamkan.  Sekarang ini, siapakah yang berani mengatakan jika rokok itu baik dengan  mempertimbangkan baunya, harta yang habis untuk membelinya, serta bahaya-bahaya  fisik ataupun ekonomi yang muncul darinya?” [13]</p>
<p>Dalam Tanbihatun Ala  Ba’dhil Akhtha ‘Allati Yaf’alluha Ba’dhul Mushallin. Syaikh Abdullah bin  Al-Jibrin berkata : “Terhadap pemakaian sesuatu yang menyebabkan bau busuk lagi  dibenci oleh penciuman manusia, seperti rokok, syisyah (merokok dengan cerobong  panjang yang dijumpai di wilayah Arab) yang lebih buruk dari bawang merah dan  bawang putih, yang menyebabkan para malaikat dan para jama’ah terganggu, maka  kewajiban para jama’ah shalat, agar datang (ke masjid) dengan aroma yang enak,  jauh dari hal-hal yang buruk”.</p>
<p>TERAPI MELEPASKAN DIRI DARI ROKOK<br />
Dalam  kitab Min Adhrari-Muskirati wal Mukhaddirat, Syaikh Abdullah bin Jarullah bin  Ibrahim Al-Jarullah, memberikan kiat bagi para pecandu rokok, agar terlepas dari  kebiasaan buruk ini. [14]</p>
<p>Syaikh memberikan terapi.<br />
1. Ketahuilah  berdasarkan konsesus para dokter, merokok merupakan salah satu cara penganiayaan  anda kepada tubuh anda yang indah.<br />
2. Kenalilah bahaya-bahaya merokok  ditinjau dari kesehatan, sosial dan ekonomi, dan sadarilah, Mulailah memikirkan  untuk meninggalkannya, dan bulatkan tekad disertai tawakal kepada Allah.<br />
3.  Buatlah satu daftar harian tentang keburukan-keburukan rokok terhadap diri anda  dan kawan-kawan anda.<br />
4. Jauhilah sebisa mungkin bergaul dengan para perokok  dan dari bau rokok. Usahakan hidup dalam suasana udara yang segar dan sibukkan  diri dengan hal-hal yang bermanfaat.<br />
5. Gunakan siwak atau benda untuk  menggosok gigi, atau dengan lainnya, jika anda merasakan keinginan kepada  rokok.<br />
6. Konsumsilah segelas juice lemon, anggur dan jeruk. Karena bisa  mengeliminasi hasrat merokok.<br />
7. Merokok juga merupakan kebiasaan yang bisa  berubah. Artinya, meninggalkan rokok bukan perkara mustahil.<br />
8. Bila anda  ingin membeli atau mengkonsumsinya, pikirkanlah, apakah ia halal ataukah haram?  Apakah bermanfaat ataukah mengandung bahaya? Apakah termasuk barang yang baik  ataukah keji? Maka anda akan menjumpai jawaban, bahwa rokok itu haram, berbahaya  dan barang yang keji.<br />
9. Kalau anda ragu-ragu untuk meninggalkan rokok,  sungguh telah banyak orang yang telah berhasil memutuskan untuk tidak merokok.  Artinya, putus hubungan dengan rokok bukan kejadian mustahil.<br />
10. Anda harus  menyadari bahwa rokok sulit untuk dikatakan bukan barang haram, karena melihat  dampak buruknya bagi perokok aktif maupun pasif.<br />
11. Memohon pertolongan  kepada Allah agar memudahkan bebas dari jeratan rokok</p>
<p>ENGKAU TELAH  MENYAKITI KAMI DENGAN ASAP ROKOK<br />
Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman  mengatakan, bahwa kebiasaan merokok termasuk dapat merusak kehormatan,  dikarenakan hukumnya haram. Binatang-binatang pun tidak menyukainya. Bau  busuknya telah mengganggu banyak manusia, dan malaikat terganggu dengan sesuatu  yang mengganggu manusia. Terlebih lagi jika memperhatikan bahaya-bahaya yang  tidak terhitung jumlahnya. Rokok tidak dikonsumsi, kecuali memperlihatkan  gambaran yang buruk menurut pandangan para ulama (rabbani). Akan tetapi,  orang-orang kebanyakan begitu terjerat olehnya. Sampai ada yang berbuka puasa  dengan menghisap rokok terlebih dahulu, atau untuk memulai makan atau minum. La  haula wala quwwata illa billah. [15]</p>
<p>Sehingga, bila masih saja ada  seseorang yang membela diri dengan tetap berbuat buruk, misalnya merokok, itu  menandakan pada orang tersebut ada sesuatu yang rusak. Syaikhul Islam Ibnu  Taimiyah rahimahullah berkata : “ Seseorang yang sudah rusak jiwanya, atau  keseimbangan dirinya, ia akan menyukai dan menikmati perkara-perkara yang  membahayakan dirinya. Bahkan ia begitu merindukannya sampai merusak akal, agama,  akhlak, jasmani dan hartanya”[16]</p>
<p>Kesimpulan yang bisa didapatkan  berdasarkan kaidah-kaidah universal yang menjadi spirit agama Islam, disertai  beberapa keterangan ulama rabbani, maka kita mengetahui, rokok bukan termasuk  barang-barang yang pantas dinikmati oleh seorang muslim. Ini mengingat, besarnya  bahaya yang timbul dari rokok. Apalagi bila disulut oleh sekian banyak orang  secara rutin, maka semakin meyakinkan bahwa tidak ada pilihan lain. Jika rokok  harus ditinggalkan. Gangguan kesehatan pada perokok aktif dan pasif, gangguan  sosial dan ekonomi sudah tidak terelakkan, dan semakin menguatkan pandangan,  bila rokok hanya akan membuat hidup lebih redup. Sehingga bila masih  diperdebatkan boleh atau tidak untuk mengkonsumsinya, akan memporak-porandakan  kaidah umum yang melekat pada syari’at Islam, yang menjungjung tinggi dalam  melindungi jiwa, harta, keturunan dan kemaslahatan umum.</p>
<p>Rumah yang baik  adalah rumah yang tidak terdapat korek penyulut rokok ataupun asbak. Baik barang  itu berasal dari yang promosi gratisan atau lainnya. Sepertinya perlu  menempelkan peringatan tentang larangan merokok di rumah masing-masing, sebagai  sarana untuk mengingatkan orang-orang yang hendak merokok dengan cara yang baik,  sehingga mengurungkannya.</p>
<p>[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun  XI/1428H/2007M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo –  Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp.  0271-5891016]<br />
_______<br />
Footnote<br />
[1]. Taisir Karimir Rahman hal. 553  Muassasah Risalah I Th.1423H – 2002M<br />
[2]. Al-Athimah, Dr Shalih Al-Fauzan,  Maktabah Al-Ma’arif, Cetakan II, Tahun 1419H – 1999M, halaman 18.<br />
[3].  Al-Athimah, Dr Shalih Al-Fauzan, halaman 28<br />
[4]. Majmu Fatawa (1/265) dinukil  dari Maqashidusy Syari’ah Inda Ibni Taimiyah, Dr Yusuf Ahmad Muhammad Al-Badawi,  cetakan I Tahun 1421H – 2000M<br />
[5]. Maqashidusy Syari’ah Inda Ibni Taimiyah,  halaman 287<br />
[6]. Maqashidusy Syari’ah Inda Ibni Taimiyah, halaman  461-479<br />
[7]. HR Al-Bukhari no. 853, 4215, 4217, 4218, 5521, 5522 dan Muslim  no. 561<br />
[8]. HR Muslim no. 564<br />
[9]. HR Muslim no. 567<br />
[10]. Fatwa Fi  Hukmid Dukhan, dinukil dari Al-Qaulul Mubin fi Akhta-il Mushallin, halaman  199<br />
[11]. Al-Qaulul Mubin, Masyhur Hasan Alu Salman, halaman 199<br />
[12].  Fatawa (1/82), dinukil dari Al-Qaulul Mubin, halaman 200<br />
[13]. Akhthar  Tuhaddidul Buyut, darul Wathan, Cetakan I Tahun 1411H, halaman 36-37.<br />
[14].  Min adhraril Muskirati wal Mukhaddirat, Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim  Al-Jarullah, Penerbit Wizarah Dakhiliyyah KSA, Cetakan II, Tahun 1404H, halaman  53. Da’it-Tadkhin Wabda-il Hayah. Dr Ahmad bin Abdir Razzaq Bafarath dan Abdul  Majid bin Abdul Karim Ad-Darwisy, halaman 22-23.<br />
[15]. Al-Muru’ah wa  Khawarimuha, Masyhur Hasan Alu Salman, Dar Ibni Affan, Cetakan I Tahun  1415H-1995M, halaman 118<br />
[16]. Majmu Fatawa (19/34) dinukil dari Al-Maqashid,  halaman 461 ﻿</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/informasi/'>INformasi</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/keluarga/'>keluarga</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/tazkiyatun-nufus/'>Tazkiyatun Nufus</a> Tagged: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/tag/rokok/'>rokok</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/495/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=495&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/24/bebaskan-rumah-muslim-dari-asap-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Terjadi Kerugian Usaha dalam Mudharabah</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/ketika-terjadi-kerugian-usaha-dalam-mudharabah/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/ketika-terjadi-kerugian-usaha-dalam-mudharabah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 00:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[INformasi]]></category>
		<category><![CDATA[jual-beli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Sejak zaman dahulu, dalam dunia bisnis, manusia telah mengenal dua hal yang saling berlawanan, yaitu keuntungan dan kerugian. Kedua hal ini senantiasa ada dalam dunia bisnis, dan tidak mungkin dapat dipisahkan. Walau manusia telah berhasil mencapai berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi mereka tetap saja tidak mampu menemukan cara untuk memisahkan antara keduanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=492&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Sejak  zaman dahulu, dalam dunia bisnis, manusia telah mengenal  dua hal yang saling berlawanan, yaitu keuntungan dan kerugian. Kedua  hal ini senantiasa ada dalam dunia bisnis, dan tidak  mungkin dapat dipisahkan. Walau manusia telah berhasil mencapai  berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi mereka  tetap saja tidak mampu menemukan cara untuk memisahkan antara keduanya. </span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><span id="more-492"></span><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Ini  semua dikarenakan keuntungan dan kerugian dalam perniagaan memiliki  banyak sebab, mulai dari faktor yang datang dari kejadian alam seperti  misalnya bencana alam, hingga berbagai hal yang berkenaan dengan  kesalahan pelaku usaha. Oleh karena itu, setiap orang yang hendak  menggeluti dunia bisnis, harus telah menyiapkan mental dan strategi guna  menghadapi salah satu dari dua hal tersebut.</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Karena agama Islam adalah agama yang selaras dengan fitrah Allah <em>Ta&#8217;ala</em> yang  telah diturunkan ke bumi ini, maka kedua hal ini senantiasa mendapatkan  perhatian. Para ulama menggambarkan perhatian Islam terhadap dua hal  ini dalam sebuah kaidah,</span></span></p>
<p><span style="color:#111111;"><span style="font-family:'bookman old style','new york',times,serif;">الغنم بالغرم</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><strong><span style="color:#6000bf;">&#8220;<em>Keuntungan adalah imbalan atas kesiapan menanggung kerugian</em>&#8220;.</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Atau dalam ungkapan lain sering juga disebut,</span></span></p>
<p><span style="color:#111111;"><span style="font-family:'bookman old style','new york',times,serif;">الخراج بالضمان</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#6000bf;"><strong>&#8220;<em>Penghasilan/kegunaan adalah imbalan atas kesiapan menanggung jaminan</em>.&#8221;</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Maksud  kaidah ini ialah orang yang berhak mendapatkan keuntungan ialah orang  yang punya kewajiban menanggung kerugian -jika hal itu terjadi-. Kaidah  ini berdasarkan sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam</em>,</span></span></p>
<p><span style="color:#111111;"><span style="font-family:'bookman old style','new york',times,serif;">عَنْ  عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَجُلًا ابْتَاعَ غُلَامًا،  فَأَقَامَ عِنْدَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يُقِيمَ، ثُمَّ وَجَدَ بِهِ  عَيْبًا، فَخَاصَمَهُ إِلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم، فَرَدَّهُ  عَلَيْهِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ اسْتَغَلَّ  غُلَامِي؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم: (الْخَرَاجُ  بِالضَّمَانِ). رواه أحمد وأبو داود  والترمذي والنسائي وحسنه الألباني</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#6000bf;">&#8220;<em>Dari  sahabat &#8216;Aisyah radhiallahu &#8216;anha, bahwasanya seorang lelaki membeli  seorang budak laki-laki. Kemudian, budak tersebut tinggal bersamanya  selama beberapa waktu. Suatu hari sang pembeli mendapatkan adanya cacat  pada budak tersebut. Kemudian, pembeli mengadukan penjual budak kepada  Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan Nabi-pun memutuskan agar budak  tersebut dikembalikan. Maka Penjual berkata, &#8216;Ya Rasulullah! Sungguh ia  telah mempekerjakan budakku?&#8217; Maka, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam bersabda, &#8216;Keuntungan adalah imbalan atas  kerugian.&#8217;</em>&#8220;</span><span style="color:#111111;"> (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzy, an-Nasai dan dihasankan oleh al-Albani).</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Abu  Ubaid menjelaskan maksud hadits ini dengan berkata, &#8220;Yang dimaksud  dengan keuntungan pada hadits ini adalah hasil pekerjaan budak tersebut  yang telah dibeli oleh pembeli, kemudian ia pekerjakan beberapa waktu.  Setelah ia mempekerjakannya, ia menemukan cacat yang sengaja  ditutup-tutupi oleh penjual, sehingga pembelipun mengembalikan budak  tersebut dan pembeli berhak mengambil uang pembayarannya dengan utuh. </span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Dengan  demikian, ia telah mendapat keuntungan berupa seluruh hasil pekerjaan  budak tersebut (selama ada di tangannya -ed). Hal ini dikarenakan budak  tersebut -sebelum dikembalikan- merupakan tanggung jawab pembeli.  Seandainya budak tersebut mati, maka budak itu dihitung dari hartanya  (ia yang menanggung kerugiannya).&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Seusai menyebutkan ucapan Abu Ubaid di atas, as-Suyuthi berkata, “Para ahli fikih juga menyatakan demikian. </span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Makna  hadits tersebut ialah segala yang dihasilkan oleh suatu hal, baik  berupa penghasilan, manfaat, atau suatu benda, maka itu adalah milik  pembeli sebagai imbalan atas tanggung jawabnya sebagai pemilik. Karena,  andaikata barang yang telah ia beli tersebut mengalami kerusakan, maka  kerusakan itu tanggung jawabnya. Oleh karenanya hasilnya pun menjadi  miliknya, agar benar-benar keuntungan menjadi pengganti atas kerugian.&#8221;  (Baca <em>al-Asybah wa an-Nazhair </em>oleh as-Suyuthi hal. 136. Baca juga <em>al-Mantsur Fi  al-Qawaidh</em> oleh az-Zarkasyi 1/328, <em>Aun al-Ma&#8217;bud </em>oleh al-Azhim al-Abadi 8/3 dan <em>Tuhfaz al-Ahwazi</em> oleh al-Mubarakfuri 3/397).</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">Demikianlah  semestinya peniagaan dijalankan, yaitu setiap orang yang berniaga  mencari keuntungan, maka dia harus siap menanggung kerugian yang mungkin  terjadi. Bila seorang pedagang berupaya untuk melepaskan diri dari  tanggung jawab atas kerugian yang mungkin terjadi, maka upaya tersebut  sudah dapat dipastikan terlarang.</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#c00000;">Bila  kita mencermati berbagai bentuk transaksi riba, niscaya kita dapatkan  bahwa para pemakan riba nyata-nyata melanggar kaidah ini. Seorang  rentenir hanya ingin menumpuk keuntungan sebanyak-banyaknya, sedangkan  ia tidak sedikitpun sudi untuk menanggung kerugian. Bahkan, ia ingin  tetap mendapatkan keuntungan (bunga) walaupun nasabah mengalami  kerugian.</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><strong><span style="color:#6000bf;">Dan dikarenakan </span><em>mudharabah</em><span style="color:#6000bf;"> adalah salah satu bentuk perniagaan, maka kaidah inipun berlaku padanya. Oleh karena itu para ulama menjelaskan bahwa </span><span style="color:#ff0000;">kerugian yang berkaitan dengan modal (materi) menjadi tanggung jawab pemodal</span><span style="color:#6000bf;">, sedangkan </span><span style="color:#0000bf;">kerugian non-materi, (<em>skiil</em>/tenaga) menjadi tanggung jawab pengusaha.</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><strong><span style="color:#111111;">Andai  pemodal mensyaratkan agar pengusaha menjamin modalnya, sehingga bila  terjadi kerugian modal dikembalikan utuh, maka persyaratan adalah </span><span style="color:#ff0000;">persyaratan yang tidak sah </span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,'new york',times,serif;"><span style="color:#111111;">(Baca <em>Badaa&#8217;i ash-Shanaa&#8217;ii </em>oleh al-Kasani al-Hanafy 5/119, <em>al-Mughni </em>oleh Ibnu Qudaamah 7/176, <em>Syarikah al-Mudharabah Fii al-Fiqhi al-Islami</em> oleh Dr. Sa&#8217;ad bin Gharir bin Mahdi as-Silmu hal. 291).</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri<br />
<a rel="nofollow" href="http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/994/ketika-terjadi-kerugian-usaha-dalam-mudharabah" target="_blank">Artikel www.PengusahaMuslim.com</a></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/informasi/'>INformasi</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/jual-beli/'>jual-beli</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/492/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=492&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/ketika-terjadi-kerugian-usaha-dalam-mudharabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Merayakan Valentine’s Day</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/hukum-merayakan-valentine%e2%80%99s-day/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/hukum-merayakan-valentine%e2%80%99s-day/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 00:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[CINTA]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[INformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[Disusun ulang oleh: muslimah.or.id Diambil dari Fatwa-Fatwa Terkini jilid 2 Muroja’ah: Ust. Subhan Khadafi Pertanyaan: Akhir-akhir ini telah merebak perayaan valentine’s day terutama di kalangan para pelajar putri, padahal ini merupakan hari raya kaum Nasrani. Mereka mengenakan pakaian berwarna merah dan saling bertukar bunga berwarna merah. Kami mohon perkenanan syaikh untuk menerangkan hukun perayaan semacam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=488&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://muslimah.or.id/aqidah/hukum-merayakan-valentines-day.html"><br />
</a></h2>
<p>Disusun ulang oleh: muslimah.or.id<br />
Diambil dari <em>Fatwa-Fatwa Terkini</em> jilid 2<br />
Muroja’ah: Ust. Subhan Khadafi</p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Akhir-akhir ini telah merebak perayaan valentine’s day terutama di kalangan para pelajar putri, padahal ini merupakan hari raya kaum Nasrani. Mereka mengenakan pakaian berwarna merah dan saling bertukar bunga berwarna merah. Kami mohon perkenanan syaikh untuk menerangkan hukun perayaan semacam ini, dan apa saran syaikh untuk kaum muslimin sehubungan dengan masalah-masalah seperti ini. Semoga Allah menjaga dan memelihara syaikh.</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Tidak boleh merayakan valentine’s day karena sebab-sebab berikut:</p>
<p>Pertama: bahwa itu adalah hari raya bid’ah tidak ada dasarnya dalam syari’at.</p>
<p>Kedua: bahwa itu akan menimbulkan kecengengan dan kecemburuan.</p>
<p>Ketiga: Bahwa itu akan menyebabkan sibuknya hati dengan perkara-perkara bodoh yang bertolak belakang dengan tuntunan para salaf <em>radhiyallohu’anhum</em>.</p>
<p>Karena itu pada hari tersebut tidak boleh ada simbol-simbol perayaan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah ataupun yang lainnya.</p>
<p>Hendaknya setiap muslim merasa mulia dengan agamnya dan tidak merendahkan diri dengan menuruti setiap ajakan. Semoga Allah Subhanahu wata’alla melindungi kaum muslimin dari setiap fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi dan semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan bimbingan dan petunjuk-Nya.</p>
<p><em>Fatwa Syaikh Ibnu Ustaimin</em>, tanggal 5/11/1420 H yang beliau tanda tangani</p>
<p>***</p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Setiap tahunnya pada tanggal 14 februari sebagian orang merayakan valentine’s Day. Mereka saling bertukar hadiah berupa bunga merah, mengenakan pakaian berwarna merah, saling mengucapkan selamat dan sebagian toko atau produsen permen membuat atau menyediakan permen-permen yang berwarna merah lengkap dengan gambar hati, bahkan sebagian toko mengiklankan produk-produknya yang dibuat khusus untuk hari tersebut. Bagaimana pendapat syaikh tentang:</p>
<p>Pertama: Merayakan hari tersebut?</p>
<p>Kedua: Membeli produk-produk khusus tersebut pada hari itu?</p>
<p>Ketiga: Transaksi jual beli ditoko (yang tidak ikut merayakan) yang menjual barang yang bisa dihadiahkan pada hari tersebut kepada orang yang hendak merayakannya?</p>
<p>Semoga Allah membalas syaikh dengan kebaikan.</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Berdasarkan dalil-dalil dari Al Kitab dan As Sunah, para pendahulu umat sepakat menyatakan bahwa hari raya dalam islam hanya ada dua; Idul Fitri dan Idul Adha selain itu semua hari raya yang berkaitan dengan seseorang, kelompok, peristiwa atau lainnya adalah bid’ah, kaum muslimin tidak boleh melakukannya, mengakuinya, menampakkan kegembiraan karenanya dan membantu terselenggaranya karena perbuatan ini merupakan perbuatan yang melanggar batas-batas Allah, sehingga dengan begitu pelakunya berarti telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri. Jika hari raya itu merupakan simbol orang-orang kafir, maka ini merupakan dosa lainnya, karena dengan begitu berarti telah ber-<em>tasyabbuh</em> dengan mereka dan loyal terhadap mereka di dalam kitab-Nya yang mulia dan telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi <em>Shallallahu’alaihi wasallam</em> bahwa beliau bersabda,</p>
<p><em>“Barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti ia termasuk golongan mereka.”</em> (HR. Abu Daud)</p>
<p>Valentine’s Day termasuk jenis yang disebutkan tadi, karena merupakan hari raya Nasrani, maka seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak boleh melakukannya, mengakuinya atau ikut mengucapkan selamat bahkan seharusnya meninggalkannya dan menjauhinya sebagai sikap taat terhadap Allah dan Rosul-Nya serta untuk membantu penyelenggaraan hari raya tersebut dan hari raya lainnya yang diharamkan baik itu berupa iklan dan sebagainya, karena semua ini termasuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan serta maksiat terhadap Allah dan Rosul-Nya sementara Allah Subhanahu wata’alla telah berfirman:</p>
<p><em>“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya.”</em> (QS. Al Ma’idah: 2)</p>
<p>Dari itu hendaknya setiap muslim berpegangteguh dengan Al kitab dan As sunah dalam semua kondisi lebih-lebih pada saat-saat terjadinya fitnah dan banyaknya kerusakan. Hendaknya pula ia benar-benar waspada agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan orang-orang yang dimurkai, orang-orang yang sesat dan orang-orang yang fasik yang tidak mengajarkan kehormatan dari Allah dan tidak menghormati Islam. Dan hendaknya seorang muslim kembali kepada Allah dengan memohon petunjuk-Nya dan keteguhan didalam petunjuk-Nya. Sesungguhnya tidak ada yang dapat memberi petunjuk selain Allah dan tidak ada yang dapat meneguhkan dalam petunjuk-Nya selain Allah Subhanahu Wata’alla. Hanya Allah-lah yang kuasa memberi petunjuk.</p>
<p>Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p><em>Fatwa Al-Lajnah Ad-Da imah lil Buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta</em> (21203) tanggal 22/11/1420 H</p>
<p>﻿</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/cinta/'>CINTA</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/informasi/'>INformasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=488&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/hukum-merayakan-valentine%e2%80%99s-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa di Balik Valentine’s Day ?</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/ada-apa-di-balik-valentine%e2%80%99s-day/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/ada-apa-di-balik-valentine%e2%80%99s-day/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 00:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[CINTA]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[INformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Disusun ulang oleh: Ummu Ziyad Muroja’ah oleh: Ust Abu Mushlih Ari Wahyudi Tanggal 14 Februari seakan-akan menjadi hari yang khusus bagi manusia secara umum, bahkan bagi seorang muslimah sekalipun. Dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan, para gadis sibuk ikut-ikutan merayakan hari tersebut. Ada yang sibuk membuat coklat dan kue-kue untuk orang yang disayanginya, mengirimkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=485&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Disusun ulang oleh: Ummu Ziyad<br />
Muroja’ah oleh: Ust Abu Mushlih Ari Wahyudi</p>
<p>Tanggal 14 Februari seakan-akan menjadi hari yang khusus bagi manusia secara umum, bahkan bagi seorang muslimah sekalipun. Dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan, para gadis sibuk ikut-ikutan merayakan hari tersebut. Ada yang sibuk membuat coklat dan kue-kue untuk orang yang disayanginya, mengirimkan kartu, atau sengaja mengkhususkan membuat pengakuan cinta untuk lelaki pujaan hatinya. <em>Na’udzubillah min dzalik.</em> Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan untuk dijauhkan dari perbuatan tersebut…</p>
<p><span id="more-485"></span></p>
<p>Setelah mengetahui fatwa-fatwa yang ada pada artikel sebelumnya, ada baiknya kita juga mengetahui asal usul adanya hari valentine. Dengan demikian, insya Allah kita akan lebih berhati-hati dan tidak segan-segan untuk meninggalkan hari raya tersebut. Apalagi jika kita benar-benar ingin menjadi wanita muslimah sejati, yang sangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan sangat takut dengan hukuman-Nya dan berharap keridhoan-Nya. Artikel berikut ini banyak menukil dari majalah As Sunnah dengan disertai berbagai tambahan dari penulis.</p>
<p><strong>Definisi Valentine’s Day</strong></p>
<p>Terdapat beberapa definisi yang terdapat di majalah As Sunnah edisi 11 tahun I untuk menjelaskan tentang hari valentine ini.</p>
<p><strong>Pertama</strong>,</p>
<p><em>A day on which lovers traditionally exchange affectionate messages and gift. It is ovserved on February 14, the date on which Saint Valentine was matyred.</em> (<em>The Encyclopedia Americana</em>, volume XXVII, hal 860)</p>
<p>“Sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan-pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari, suatu hari di mana St. Valentine mengalami martir.”</p>
<p><strong>Kedua</strong>,</p>
<p><em>The date on the modern celebration, February 14, is believed to derive in the execution of a Christian martyr, St. Valentine, on February 14, 270.</em> (<em>The Encyclopedia Americana</em>, volume XIII, hal. 464)</p>
<p>“Tanggal 14 Februari adalah perayaan modern yang diyakini berasal dari hari dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M.”</p>
<p><strong>Ketiga</strong>,</p>
<p><em>Valentine, St. priest and physician of Rome who suffered martydorn probably during the persecution under Claudius II in 269. his feast is on 14 Feb. The custom of sending valentines probably had its origin in a heathen practice connected with the worship of Juno Februalis at the Lupercalia(*) or perhaps in the mediaval belief the birds commenced to mate onf 14 Feb.</em> (<em>Everyman’s Encyclopedia</em>, volume XII, hal 388).</p>
<p>“St. Valentine adalah seorang pendeta dan tabib dari Roma yang (dianggap) martir sewaktu kaisar Claudius II pada tahun 269 M. Peringatan tersebut pada tanggal 14 Febuari. Kebiasaan dengan mengirim valentine-valentine berasal dari upacara penyembahan berhala yang dikaitkan dengan peribadatan Juno Februarlis di goa Lupercal, atau (bisa jadi) pendapat bahwa burung-burung kwain pada tanggal 14 Februari.”</p>
<p>(*) <em>Lupercalia merupakan upacara keagamaan (ritual) yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyembah dewa Lupercus, yang oleh mereka dianggap sebagai dewa kesuburan, dewa padang rumput dan pelindung ternak. Sebagai suatu upacara ritual kesuburan, Lupercalia juga dihubungkan dengan penghormatan dan penyembahan kepada dewa Faunus sebagai dewa alam dan pemberi wahyu. Upacara atau festival tersebut dipimpin dan diawasi oleh suatu badan kegamaan yang disebut Luperci dan para pendetanya disebut Luperci.</em></p>
<p><em>Setiap upacara Lupercalia dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing yang dipimpin oleh para Luperci. Upacara tersebut dilakukan di dalam sebuah gua bernama Lupercal, berada di bukit Palatine, yang merupakan salah satu bukit di kota Roma. Setelah itu dua orang Luperci (dalam sumber lain dua orang pemuda) dibawa ke sebuah altar, kemudian sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan pada kening mereka dan darah itu diseka dengan kain wool yang telah dicelupkan ke dalam susu. Setelah itu kedua orang tersebut diharuskan tertawa.</em></p>
<p><em>Kemudian para luperci memotong kulit kambing yang dikorbankan dan dijadikan cambuk. Kemudian mereka berlari dalam dua geromboloan mengelilingi bukit Palatine dan tembok-tembok kuno di Palatine, mencambuki setiap wanita baik yang mengikuti upacara maupun yang mereka temui di jalanan. Para wanita yang menerima cambukan itu dengan senang hati karena menurut mereka cambukan itu dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburannya.</em></p>
<p><em>Upacara Lupercalia ini terus berlangsung sampai pada masa pemerintahan Kaisar Constantin Agung (280 &#8211; 337 M). Kaisar Romawi ini adalah kaisar pertama pemeluk agama Nasrani. Lewat masuknya agama Nasrani itu dan berbagai jalan yang ditempuhnya, dia memegang peranan penting dalam hal merubah agama yang dikejar-kejar dan diancam sebelumnya menjadi agama yang dominan (bersifat nasional). Pengaruh agama nasrani semakin meluas di kerajaan Romawi dan Dewan gereja memegang peranan penting di bidang politik. Pada tahun 494 M, Dewan Gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I merubah bentuk upacara Lupercalia menjadi perayaan purifikasi (pemurnian/pembersihan diri). Dan pada tahun 496 M, Paus Gelasius I mengubah tanggal perayaan purifikasi yang berasal dari upacara ritual lupercalia dan tanggal 15 Februari menjadi tanggal 14 Februari. </em></p>
<p><strong>Keempat</strong>,</p>
<p><em>The St. Valentine who is spoken of as the apostle of Rhaetia, and venerated in passau as its first bishop.</em> (Encyclopedia Briatannica, volume XIV, hal. 949).</p>
<p>“St. Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama.”</p>
<p>Kesimpulan dari keempat definisi tersebut adalah Valentine’s day dirayakan untuk mengormati dan mengkultuskan st. Valentine yang dianggap martir yang mati dibunuh pada tanggal 14 Februari 269 M (sumber lain menyebutkan 270 M) dan juga dianggap sebagai seorang utusan dan uskup yang dimuliakan. Pengambilan istilah itu juga dikaitkan dengan Lupercalia, upacara keagamaan orang Romawi Kuno dan juga bahwa burung-burung kawin pada tanggal tersebut.</p>
<p>Nah, saudariku… Apakah engkau tahu apa itu martir? Martir adalah orang yang dianggap mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan (agama). Kini engkau tahu agama apa yang dipertahankan olehnya. <em>Wallahul musta’an.</em> Ya ukhti… bagaimana kita bisa turut serta pada hari yang ditetapkan untuk menghormati orang yang mempertahankan agama yang bukan Islam (ini bukan berarti kita dibolehkan untuk menetapkan hari khusus untuk kematian orang-orang yang mempertahankan agama Islam!).</p>
<p>Dan bila dikaitkan dengan upacara Lupercalia, maka ini juga sangat jauh dari syari’at Islam, bahkan penuh dengan kesyirikan yang merusak tauhid. Lihatlah bagaimana upacara tersebut dilaksanakan untuk menyembah dewa-dewa. Padahal tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Belum lagi keyakinan batil tentang pengaruh cambukan yang dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburan. Padahal tidak ada yang kuasa untuk memberi kesuburan pada seseorang sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, <em>“Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”</em> (QS. Asy-Syuura [42]: 50)</p>
<p>Ketahuilah saudariku, tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali meninggalkan jauh-jauh kebiasaan turut serta merayakan hari Valentine ini. Apakah kita hendak turut serta pada acara yang ditetapkan oleh Nasrani untuk mengkultuskan sang uskup yang mati sebagai martir? Padahal kita ketahui orang-orang Nasrani tidak akan senang sampai kita mengikuti agama mereka. Maka senanglah mereka ketika kita turut berbaur dalam hari raya mereka. Karena Rasululllah <em>shollallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.”</em> (HR. Abu Dawud). Atau… apakah kita hendak mendukung pula upacara Lupercalia yang penuh muatan syirik dan kemaksiatan? <em>Na’udzubillah mindzalik.</em></p>
<p>Cukupkanlah diri kita dengan apa yang telah diturunkan Allah dalam Al-Qur’an dan yang diajarkan Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wasallam</em> kepada umatnya. Karena kasih sayang di antara sesama muslim jauh lebih indah dimana Nabi <em>shollallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda, <em>“Perumpamaan orang mukmin di dalam saling mencintai, saling mengaishi dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh jasad merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim). Maka engkau tidak perlu ragu-ragu untuk meninggalkan hari raya tersebut. Bertaubat adalah langkah yang utama dan mulia jika ternyata di hari yang lalu kita menjadi bagian dari perayaan tersebut. Semoga kita terus diberikan hidayah taufik oleh Allah untuk menjalankan amalan sesuai tuntunan syari’at. <em>Aamiin.</em></p>
<p><strong>Maraji’:</strong></p>
<p>1.    Majalah <em>As Sunnah</em> edisi 11 tahun I.</p>
<p>2.    <em>Riyadush Shalihin</em> &#8211; edisi Indonesia &#8211; karya Imam Nawawi jilid 1. Takhrij Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Duta Ilmu.</p>
<p>***</p>
<p>Artikel <a href="http://www.muslimah.or.id/">www.muslimah.or.id</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/cinta/'>CINTA</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/informasi/'>INformasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=485&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/17/ada-apa-di-balik-valentine%e2%80%99s-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Imam An-Nawawi Seorang &#8216;Alim Penasehat</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/12/al-imam-an-nawawi-seorang-alim-penasehat/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/12/al-imam-an-nawawi-seorang-alim-penasehat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 00:43:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Nasab Imam an-Nawawi Beliau adalah al-Imam al-Hafizh, Syaikhul Islam, Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Mury bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah bin Hizam an-Nawawi ad-Dimasyqi asy-Syafi’i Kata ‘an-Nawawi’ dinisbatkan kepada sebuah perkampungan yang bernama ‘Nawa’, salah satu perkampungan di Hauran, Syiria, tempat kelahiran beliau. Beliau dianggap sebagai syaikh (soko guru) di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=469&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nasab Imam an-Nawawi</strong></p>
<p>Beliau adalah al-Imam al-Hafizh, Syaikhul Islam, Muhyiddin Abu  Zakaria Yahya bin Syaraf bin Mury bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin  Jum’ah bin Hizam an-Nawawi ad-Dimasyqi asy-Syafi’i<br />
Kata ‘an-Nawawi’ dinisbatkan kepada sebuah perkampungan yang bernama  ‘Nawa’, salah satu perkampungan di Hauran, Syiria, tempat kelahiran  beliau.</p>
<p>Beliau dianggap sebagai syaikh (soko guru) di dalam madzhab Syafi’i  dan ahli fiqih terkenal pada zamannya.</p>
<p><strong>Kelahiran dan Lingkungannya</strong></p>
<p>Beliau dilahirkan pada Bulan Muharram tahun 631 H di perkampungan  ‘Nawa’ dari dua orang tua yang shalih. Ketika berusia 10 tahun, beliau  sudah memulai hafal al-Qur’an dan membacakan kitab Fiqih pada sebagian  ulama di sana.</p>
<p>Proses pembelajaran ini di kalangan Ahli Hadits lebih dikenal dengan  sebutan ‘al-Qira`ah’.<br />
Suatu ketika, secara kebetulan seorang ulama bernama Syaikh Yasin  bin Yusuf al-Marakisyi melewati perkampungan tersebut dan menyaksikan  banyak anak-anak yang memaksa ‘an-Nawawi kecil’ untuk bermain, namun dia  tidak mau bahkan lari dari kejaran mereka dan menangis sembari membaca  al-Qur’an. Syaikh ini kemudian mengantarkannya kepada ayahnya dan  menase-hati sang ayah agar mengarahkan anaknya tersebut untuk menuntut  ilmu. Sang ayah setuju dengan nasehat ini.</p>
<p>Pada tahun 649 H, an-Nawawi, dengan diantar oleh sang ayah, tiba di  Damaskus dalam rangka melanjutkan studinya di Madrasah Dar al-Hadits.  Dia tinggal di al-Madrasah ar-Rawahiyyah yang menempel pada dinding  masjid al-Umawy dari sebelah timur.<br />
Pada tahun 651 H, dia menunaikan ibadah haji bersama ayahnya, lalu  pulang kembali ke Damaskus.</p>
<p><span id="more-469"></span></p>
<p><strong>Pengalaman Intelektualnya</strong></p>
<p>Pada tahun 665 H saat baru berusia 34 tahun, beliau sudah menduduki  posisi ‘Syaikh’ di Dar al-Hadits dan mengajar di sana. Tugas ini tetap  dijalaninya hingga beliau wafat.</p>
<p>Dari sisi pengalaman intelektualnya setelah bermukim di Damaskus  terdapat tiga karakteristik yang sangat menonjol:</p>
<p><strong><em>Pertama,</em></strong> Kegigihan dan Keseriusan-nya di dalam  Menuntut Ilmu Sejak Kecil hingga Menginjak Remaja<br />
Ilmu adalah segala-galanya bagi an-Nawawi sehingga dia merasakan  kenikmatan yang tiada tara di dalamnya. Beliau amat serius ketika  membaca dan menghafal.<br />
Beliau berhasil menghafal kitab ‘Tanbih al-Ghafilin’ dalam waktu  empat bulan setengah.</p>
<p>Sedangkan waktu yang tersisa lainnya dapat beliau gunakan untuk  menghafal seperempat permasalahan ibadat dalam kitab ‘al-Muhadz-dzab’  karya asy-Syairazi.<br />
Dalam tempo yang relatif singkat itu pula, beliau telah berhasil  membuat decak kagum sekaligus meraih kecintaan gurunya, Abu Ibrahim  Ishaq bin Ahmad al-Maghriby, sehingga menjadikannya sebagai wakilnya di  dalam halaqah pengajian yang dia pimpin bilamana berhalangan.</p>
<p><strong><em>Ke dua,</em></strong> Keluasan Ilmu dan Wawasannya<br />
Mengenai bagaimana beliau memanfa’atkan waktu, seorang muridnya,  ‘Ala`uddin bin al-‘Aththar bercerita, “Pertama beliau dapat membacakan  12 pelajaran setiap harinya kepada para Syaikhnya beserta syarah dan  tash-hihnya; ke dua, pelajaran terhadap kitab ‘al-Wasith’, ke tiga  terhadap kitab ‘al-Muhadzdzab’, ke empat terhadap kitab ‘al-Jam’u bayna  ash-Shahihain’, ke lima terhadap kitab ‘Shahih Muslim’, ke enam terhadap  kitab ‘al-Luma’ ‘ karya Ibnu Jinny di dalam ilmu Nahwu, ke tujuh  terhadap kitab ‘Ishlah al-Manthiq’ karya Ibnu as-Sukait di dalam ilmu  Linguistik (Bahasa), ke delapan di dalam ilmu Sharaf, ke sembilan di  dalam ilmu Ushul Fiqih, ke sepuluh terkadang ter-hadap kitab ‘al-Luma’ ‘  karya Abu Ishaq dan terkadang terhadap kitab ‘al-Muntakhab’ karya  al-Fakhrur Razy, ke sebelas di dalam ‘Asma’ ar-Rijal’, ke duabelas di  dalam Ushuluddin. Beliau selalu menulis syarah yang sulit dari setiap  pelajaran tersebut dan menjelaskan kalimatnya serta meluruskan  ejaannya”.</p>
<p><strong><em>Ke tiga,</em></strong> Produktif di dalam Menelorkan Karya Tulis<br />
Beliau telah interes (berminat) terhadap dunia tulis-menulis dan  menekuninya pada tahun 660 H saat baru berusia 30-an.</p>
<p>Dalam karya-karya beliau tersebut akan didapati kemudahan di dalam  mencernanya, keunggulan di dalam argumentasinya, kejelasan di dalam  kerangka berfikirnya serta keobyektifan-nya di dalam memaparkan  pendapat-pendapat Fuqaha‘.</p>
<p>Buah karyanya tersebut hingga saat ini selalu menjadi bahan  perhatian dan diskusi setiap Muslim serta selalu digunakan sebagai  rujukan di hampir seluruh belantara Dunia Islam.</p>
<p>Di antara karya-karya tulisnya tersebut adalah ‘Syarh Shahih  Muslim’, ‘al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab’, ‘Riyadl ash-Shalihin’, ‘  al-Adzkar’, ‘Tahdzib al-Asma’ wa al-Lughat’ ‘al-Arba’in an-Nawawiyyah’,  ‘Rawdlah ath-Thalibin’ dan ‘al-Minhaj fi al-Fiqh’.</p>
<p><strong>Budi Pekerti dan Sifatnya</strong></p>
<p>Para pengarang buku-buku ‘biografi’ (Kutub at-Tarajim) sepakat,  bahwa Imam an-Nawawi merupakan ujung tombak di dalam sikap hidup  ‘zuhud’, teladan di dalam sifat wara’ serta tokoh tanpa tanding di dalam  ‘menasehati para penguasa dan beramar ma’ruf nahi munkar’.</p>
<ul>
<li>Zuhud<br />
Beliau hidup bersahaja dan mengekang diri sekuat tenaga dari  kungkungan hawa nafsu. Beliau mengurangi makan, sederhana di dalam  berpakaian dan bahkan tidak sempat untuk menikah. Kenikmatan di dalam  menuntut ilmu seakan membuat dirinya lupa dengan semua kenikmatan itu.  Beliau seakan sudah mendapatkan gantinya.</p>
<p>Di antara indikatornya adalah ketika beliau pindah dari  lingkungannya yang terbiasa dengan pola hidup ‘seadanya’ menuju kota  Damaskus yang ‘serba ada’ dan penuh glamour. Perpindahan dari dua dunia  yang amat kontras tersebut sama sekali tidak menjadikan dirinya tergoda  dengan semua itu, bahkan sebaliknya semakin menghindarinya.</li>
<li>Wara’<br />
Bila membaca riwayat hidupnya, maka akan banyak sekali dijumpai  sifat seperti ini dari diri beliau. Sebagai contoh, misalnya, beliau  mengambil sikap tidak mau memakan buah-buahan Damaskus karena merasa ada  syubhat seputar kepemilikan tanah dan kebun-kebunnya di sana.</p>
<p>Contoh lainnya, ketika mengajar di Dar al-Hadits, beliau sebenarnya  menerima gaji yang cukup besar, tetapi tidak sepeser pun diambilnya.  Beliau justru mengumpulkannya dan menitipkannya pada kepala Madrasah.  Setiap mendapatkan jatah tahunannya, beliau membeli sebidang tanah,  kemudian mewakafkannya kepada Dar al-Hadits. Atau membeli beberapa buah  buku kemudian mewakafkannya ke perpustakaan Madrasah.<br />
Beliau tidak pernah mau menerima hadiah atau pemberian, kecuali bila  memang sangat memerlukannya sekali dan ini pun dengan syarat. Yaitu,  orang yang membawanya haruslah sosok yang sudah beliau percayai diennya.</p>
<p>Beliau juga tidak mau menerima sesuatu, kecuali dari kedua  orangtuanya atau kerabatnya. Ibunya selalu mengirimkan baju atau pakaian  kepadanya. Demikian pula, ayahnya selalu mengirimkan makanan untuknya.</p>
<p>Ketika berada di al-Madrasah ar-Rawahiyyah, Damaskus, beliau hanya  mau tidur di kamar yang disediakan untuknya saja di sana dan tidak mau  diistimewakan atau diberikan fasilitas yang lebih dari itu.</li>
<li>Menasehati Penguasa dalam Rangka  Amar Ma’ruf Nahi Munkar<br />
Pada masanya, banyak orang datang mengadu kepadanya dan meminta  fatwa. Beliau pun dengan senang hati menyambut mereka dan berupaya  seoptimal mungkin mencarikan solusi bagi permasalahan mereka,  sebagaimana yang pernah terjadi dalam kasus penyegelan terhadap  kebun-kebun di Syam.</p>
<p>Kisahnya, suatu ketika seorang sultan dan raja, bernama azh-Zhahir  Bybres datang ke Damaskus. Beliau datang dari Mesir setelah memerangi  tentara Tatar dan berhasil mengusir mereka. Saat itu, seorang wakil  Baitul Mal mengadu kepadanya bahwa kebanyakan kebun-kebun di Syam masih  milik negara. Pengaduan ini membuat sang raja langsung memerintahkan  agar kebun-kebun tersebut dipagari dan disegel. Hanya orang yang  mengklaim kepemilikannya di situ saja yang diperkenankan untuk menuntut  haknya asalkan menunjukkan bukti, yaitu berupa sertifikat kepemilikan.</p>
<p>Akhirnya, para penduduk banyak yang mengadu kepada Imam an-Nawawi di  Dar al-Hadits. Beliau pun menanggapinya dengan langsung menulis surat  kepada sang raja.<br />
Sang Sultan gusar dengan keberaniannya ini yang dianggap sebagai  sebuah kelancangan. Oleh karena itu, dengan serta merta dia  memerintahkan bawahannya agar memotong gaji ulama ini dan  memberhentikannya dari kedudukannya. Para bawahannya tidak dapat  menyembunyikan keheranan mereka dengan menyeletuk, “Sesung-guhnya, ulama  ini tidak memiliki gaji dan tidak pula kedudukan, paduka !!”.</p>
<p>Menyadari bahwa hanya dengan surat saja tidak mempan, maka Imam  an-Nawawi langsung pergi sendiri menemui sang Sultan dan menasehatinya  dengan ucapan yang keras dan pedas. Rupanya, sang Sultan ingin bertindak  kasar terhadap diri beliau, namun Allah telah memalingkan hatinya dari  hal itu, sehingga selamatlah Syaikh yang ikhlas ini. Akhirnya, sang  Sultan membatalkan masalah penyegelan terhadap kebun-kebun tersebut,  sehingga orang-orang terlepas dari bencananya dan merasa tentram  kembali.</li>
</ul>
<p><strong>Wafatnya</strong></p>
<p>Pada tahun 676 H, Imam an-Nawawi kembali ke kampung halamannya,  Nawa, setelah mengembalikan buku-buku yang dipinjamnya dari badan urusan  Waqaf di Damaskus.<br />
Di sana beliau sempat berziarah ke kuburan para syaikhnya. Beliau  tidak lupa mendo’akan mereka atas jasa-jasa mereka sembari menangis.  Setelah menziarahi kuburan ayahnya, beliau mengunjungi Baitul Maqdis dan  kota al-Khalil, lalu pulang lagi ke ‘Nawa’.<br />
Sepulangnya dari sanalah beliau jatuh sakit dan tak berapa lama dari  itu, beliau dipanggil menghadap al-Khaliq pada tanggal 24 Rajab pada  tahun itu. Di antara ulama yang ikut menyalatkannya adalah al-Qadly,  ‘Izzuddin Muhammad bin ash-Sha`igh dan beberapa orang shahabatnya.<br />
Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat-Nya yang luas dan  menerima seluruh amal shalihnya. Amin.</p>
<p><em>(Diambil dari pengantar kitab Nuzhah al-Muttaqin Syarh Riyadl  ash-Shalihin karya DR. Musthafa Sa’id al-Khin, et.ali, Jld. I, tentang  biografi Imam an-Nawawiy).</em><br />
<strong><em>(Abu Hafshoh)</em></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/biografi/'>biografi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/469/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=469&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/12/al-imam-an-nawawi-seorang-alim-penasehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ABU HANIFAH- 2-habis (Sikap Bela Agama Dan Argumentasinya Yang Kuat)</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/04/abu-hanifah-2-habis-sikap-bela-agama-dan-argumentasinya-yang-kuat/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/04/abu-hanifah-2-habis-sikap-bela-agama-dan-argumentasinya-yang-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 00:43:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[“Abu Hanifah an-Nu&#8217;man adalah seorang yang sangat keras pembelaannya terhadap hak-hak Allah yang tidak boleh dilanggar, banyak diam dan selalu berfikir.” (Imam Abu Yusuf) Pada suatu hari Abu Hanifah mendatangi majlis Imam Malik yang sedang berkumpul dengan para sahabatnya, maka tatkala ia keluar (karena pengajian sudah bubar), berkatalah Imam Malik kepada orang-orang yang ada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=466&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Abu Hanifah an-Nu&#8217;man adalah seorang yang              sangat keras pembelaannya terhadap hak-hak Allah yang tidak  boleh              dilanggar, banyak diam dan selalu berfikir.” (Imam Abu  Yusuf)</strong></p>
<p>Pada suatu hari Abu Hanifah mendatangi majlis Imam  Malik              yang sedang berkumpul dengan para sahabatnya, maka tatkala  ia keluar              (karena pengajian sudah bubar), berkatalah Imam Malik kepada               orang-orang yang ada di sekitarnya, “Apakah kalian tahu  siapa orang              itu.?” Mereka menjawab, “Tidak.” Kemudian sang Imam berkata,  “Ia              adalah an-Nu&#8217;man bin Tsabit, seorang yang apabila mengatakan               bahwasanya tiang masjid ini adalah emas maka perkataannya  itu              tentulah menjadi hujjah dan sungguh benar-benar tiang itu  akan              keluar seperti yang dikatakannya itu.”</p>
<p>Tidaklah Imam  Malik              berlebihan dalam mensifati Abu Hanifah dengan hal demikian  karena              memang ia memiliki hujjah yang kuat, kecepatan dalam  megambil              keputusan yang tepat dan ketajaman dalam berfikir.</p>
<p>Kitab-kitab sejarah telah menceritakan bagaimana  pendirian              dan sikapnya terhadap para penentang dan musuh-musuhnya  dalam hal              ra&#8217;yu dan aqidah, yang kesemuanya itu menjadi saksi akan  kebenaran              apa yang dikatakan oleh Imam Malik tentang Abu Hanifah, yang  mana              jika seandainya ia mengatakan bahwasanya pasir yang ada di  depanmu              adalah emas maka tidak ada alasan bagi kamu kecuali percaya  dan              menerima terhadap apa yang ia katakan. Maka bagaimana halnya  jika ia              mendebat tentang kebenaran.?</p>
<p>Sebagai satu contoh apa  yang              terjadi dengan salah seorang dari Kufah yang disesatkan  Allah ia              adalah seorang yang terpandang di mata sebagian orang dan              kata-katanya didengar oleh mereka. Ia mengatakan kepada  orang-orang              bahwasanya Utsman bin Affan pada asalnya adalah seorang  yahudi dan              ia tetap menjadi yahudi setelah datangnya agama Islam. Maka  demi              mendengar perkataannya tersebut Abu Hanifah menghampirinya  dan              berkata, “Saya datang kepadamu hendak melamar anak  perempuanmu untuk              salah seorang sahabatku.”</p>
<p>Ia menjawab, “silahkan  wahai Imam,              sesungguhnya orang seperti dirimu tidak akan ditolak apabila  meminta              sesuatu, tetapi kalau boleh tahu siapakah orang yang mau  menikahi              anak perempuanku itu.?”</p>
<p>Abu Hanifah menjawab,  “seseorang              yang dikenal oleh kaumnya dengan kemuliaan dan kekayaan,  dermawan              dan ringan tangan serta suka membantu orang lain, hafal  kitab Allah              Azza wa Jalla, selalu menghidupkan seluruh malamnya untuk  beribadah              dan banyak menangis karena takutnya kepada Allah.”</p>
<p><span id="more-466"></span><br />
Maka               orang itu berkata, “cukuplah wahai Abu Hanifah, sesungguhnya               sebagian dari sifat yang engkau sebutkan tadi telah  menjadikan orang              itu pantas untuk menikahi anak perempuan Amirul Mu&#8217;minin.”</p>
<p>Kemudian Abu Hanifah berkata lagi, “akan tetapi ia  memiliki              satu sifat yang harus engkau pertimbangkan.”</p>
<p>Ia  bertanya,              “apakah sifat tersebut.”<br />
Sang Imam menjawab,  “sesungguhnya ia              adalah seorang yahudi.”</p>
<p>Maka setelah mendengar  jawaban              tersebut ia terguncang kaget seraya berkata, “ia seorang  yahudi?              apakah engkau akan memintaku untuk menikahkan anak  perempuanku              dengan seorang yahudi wahai Abu Hanifah?! Demi Allah aku  tidak akan              melakukannya sekalipun ia memiliki semua sifat baik dari  kaum              terdahulu hingga yang terakhir.”</p>
<p>Maka Abu Hanifah  pun              berkata, “engkau menolak untuk menikahkan anak perempuanmu  dengan              seorang yahudi dan engkau sangat mengingkarinya, kemudian  engkau              mengatakan kepada orang banyak bahwasanya Rasulullah SAW  telah              menikahkan kedua putri beliau dengan seorang yahudi !!”</p>
<p>Maka               demi mendengar apa yang dikatakan Abu Hanifah tubuhnya  bergetar              kemudian berkata, “aku memohon ampun kepada Allah dari  perkataan              jelek yang telah aku katakan, dan aku bertaubat kepada-Nya  dari              kedustaan yang pernah aku lakukan.”</p>
<p>Contoh yang lain  adalah              apa yang terjadi pada salah seorang Khawarij* yang bernama              adh-Dhahhak asy-Syary. Pada suatu hari ia mendatangi Abu  Hanifah dan              berkata, “Bertaubatlah engkau wahai Abu Hanifah.”</p>
<p>Sang  Imam              menjawab, “Dari hal apakah aku bertaubat?”<br />
Orang itu  menjawab,              “Dari perkataanmu tentang dibolehkannya menentukan satu  hakim untuk              memutuskan apa yang terjadi antara Ali dan Mu&#8217;awiyah.”</p>
<p>Abu               Hanifah berkata, “Apakah engkau mau berdebat denganku  tentang              masalah ini?” ia menjawab, “Ya”</p>
<p>Kemudian Abu Hanifah               berkata, “Jika kita berselisih tentang apa yang kita  perdebatkan,              siapakah yang akan menjadi hakim antara kita”<br />
Orang itu              menjawab, “Pilihlah yang engkau mau.”</p>
<p>Maka sang Imam               memandang salah seorang temannya dan berkata, “Wahai fulan,  jadilah              engkau penengah di antara kami tentang apa yang kami  perselisihkan”</p>
<p>Selanjutnya ia berkata kepada Sang khawarij, “Aku  ridlo              temanmu menjadi penengah antara kita, apakah kamu juga  demikian?”<br />
Maka dengan senang hati ia menjawab, “Tentu”</p>
<p>Namun               kemudian Abu Hanifah berkata, “Celakalah kamu, bagaimana  kamu              membolehkan adanya penengah di antara kita tentang apa yang  kita              perselisihkan, sedangkan kamu mengingkari adanya di antara  dua              sahabat Rasulullah SAW?!</p>
<p>Maka orang terebut diam  seribu              bahasa dan tidak dapat menjawabnya.</p>
<p>Kemudian di  antara              contoh lainnya adalah kisah perdebatan beliau dengan Jahm  bin              Shafwan seorang pemimpin aliran Jahmiyah yang sesat dan  seorang yang              menanam kejelekan di bumi Islam. Pada suatu saat ia  mendatangi Abu              Hanifah dan berkata, “Aku ingin berbincang-bincang denganmu  tentang              beberapa perkara yang telah aku siapkan.” Akan tetapi Abu  Hanifah              menjawab, “berbincang-bincang denganmu adalah merupakan aib,  dan              membicarakan tentang apa yang kamu yakini adalah seperti api  yang              menyala.”</p>
<p>Maka Jahm berkata, “bagaimana engkau  menghukumiku              demikian, sedangkan engkau belum pernah bertemu denganku  sebelumnya              dan belum pernah mendengar perkataanku?”<br />
Kemudian Abu  Hanifah              menjawab, “sesungguhnya hal yang demikian telah tersebar dan               terkenal di kalangan orang awam maupun para ulama, sehingga  boleh              bagiku untuk berkata demikian karena berita tentangmu telah              mutawatir.”</p>
<p>Setelah itu Jahm berkata lagi, “aku  tidak akan              bertanya kepadamu kecuali tentang iman.”<br />
Abu Hanifah  menyela,              “apakah sampai saat ini kamu belum tahu tentang iman  sehingga kamu              bertanya kepadaku tentangnya?”</p>
<p>Jahm menjawab, “aku  tahu,              akan tetapi aku merasa ragu pada salah satu macamnya.”<br />
Abu               Hanifah berkata, “ragu dalam hal keimanan adalah kufur.”  Kemudian              Jahm berkata, “kamu tidak boleh mensifatiku dengan kekufuran  sebelum              kamu mendengar apa yang membuatku kafir,”</p>
<p>Maka Abu  Hanifah              berkata, “katakan apa yang ingin kamu tanyakan!”<br />
Jahm  berkata,              “kabarkanlah kepadaku tentang seorang yang meyakini akan  keberadaan              Allah dengan hatinya, dan ia yakin bahwasanya Allah adalah  Esa dan              tiada sekutu baginya. Ia juga tahu tentang sifat-sifat Allah  dan              yakin bahwasanya tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya.  Kemudian ia              mati akan tetapi tidak menyatakan keimanannya itu dengan  lisannya.              Apakah ia mati dalan keadaan mukmin atau kafir.?”</p>
<p>Abu               Hanifah menjawab, “ia mati dalam keadaan kafir dan termasuk  ahli              neraka jika ia tidak menyatakan dengan lisannya tentang apa  yang              diyakini hatinya, kecuali jika ada sesuatu sebab yang  menghalanginya              untuk menyatakan keimanan dengan lisannya.”</p>
<p>Kemudian  Jahm              membantah dengan berkata, “bagaimana ia tidak menjadi mukmin               sedangkan ia telah benar-benar meyakini adanya Allah.?”</p>
<p>Maka               kemudian Abu Hanifah berkata, “jika kamu beriman kepada  al-Qur&#8217;an              dan kamu menjadikannya sebagai hujjah maka aku akan menjawab               pertanyaanmu dengannya, tapi jika kamu tidak mengimani  al-Qur&#8217;an dan              kamu tidak memandangnya sebagai hujjah, maka aku akan  menjawab              pertanyaanmu dengan sesuatu yang biasa kami katakan kepada  orang              yang menyelisihi Islam.”</p>
<p>Akan tetapi kemudian Jahm  menjawab,              “justru aku mengimani al-Qur&#8217;an dan menjadikannya sebagai  hujjah.”</p>
<p>Maka Abu Hanifah menjawab, “sesungguhnya Allah  Tabaraka wa              Ta&#8217;ala telah menjadikan keimanan itu dengan dua anggota  badan yaitu              hati dan lisan, tidak dengan salah satunya, dan yang  demikian itu              telah di sebutkan dalam Kitab Allah al-Qur&#8217;an dan hadits  Rasulullah              SAW, diantaranya adalah:<br />
Firman Allah Ta&#8217;ala, “Dan  apabila              mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul  (Muhammad),              kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan  kebenaran              (al-Qur&#8217;an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab  mereka              sendiri); seraya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah  beriman, maka              catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi atas  (kebenaran              al-Qur&#8217;an dan kenabian Muhammad s.a.w) Mengapa kami tidak  akan              beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada  kami,              padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke  dalam              golongan orang-orang yang shalih?” Maka Allah memberi mereka  pahala              terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang  mengalir              sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya.  Dan              itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan  (yang ikhlas              keimanannya).”( al-Maidah: 83-85)</p>
<p>Disebutkan dalam  ayat di              atas bahwasanya mereka meyakini kebenaran dengan hati dan              menyatakannya dengan lisan, maka karena apa yang mereka  ucapkan              Allah memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir  sungai-sungai              di dalamnya.</p>
<p>Dia juga berfirman, “Katakanlah (hai              orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang               diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada  Ibrahim,              Isma&#8217;il, Ishaq, Ya&#8217;qub dan anak cucunya, dan apa yang  diberikan              kepda Musa dan &#8216;Isa serta apa yang diberikan kepada  nabi-nabi dari              Tuhan-Nya.”( Al-Baqarah: 136)</p>
<p>mereka diperintah  untuk              melafadzkan keimanan mereka dan tidak cukup hanya dengan  hati.</p>
<p>Di dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,              “Katakanlah, Laa ilaaha illallaah, maka kalian akan  selamat.” beliau              tidak menjadikan keselamatan hanya dengan keyakinan hati,  akan              tetapi harus disertai dengan dengan ucapan.</p>
<p>Di dalam  hadits              yang lain beliau SAW bersabda, “akan keluar dari neraka  orang yang              mengatakan Laa ilaaha illallaah.” Beliau tidak mengatakan,  akan              keluar dari neraka orang yang tahu adanya Allah. Dan jikalau               perkataan itu tidak dibutuhkan, akan tetapi cukup keimanan  itu hanya              dengan hati, maka iblis itu termasuk orang yang beriman.  Karena              iblis tahu bahwasanya Allah itu ada, ia tahu bahwasanya  Allah lah              yang telah menciptakannya dan Allah pula yang akan  mematikannya. Ia              juga yakin bahwasanya Allah yang akan membangkitkannya dan  Allah              pula yang menyesatkannya.</p>
<p>Disebutkan dalam al-Qur&#8217;an               bahwasanya iblis berkata, “Engkau menciptakan aku dari api  sedang              dia Engkau ciptakan dari tanah.” Al-A&#8217;raaf: 12<br />
“Ya  Tuhanku,              (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari  (manusia)              dibangkitkan.” (Al-Hijr: 36)<br />
“Karena Engkau telah  menghukum saya              tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka  dari              jalan Engkau yang lurus.”(al-A&#8217;raaf: 16)</p>
<p>Dan jika  apa yang              engkau yakini adalah benar wahai Jahm, maka sebagian banyak  orang              kafir menjadi beriman karena mereka mengakui adanya Allah  dengan              hatinya walaupun mereka mengingkari dengan lisan mereka.</p>
<p>Allah berfirman, “Dan mereka mengingkarinya karena  kezaliman              dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini              (kebenaran)-nya.” (An-Naml:14)</p>
<p>Keyakinan yang ada di  hati              mereka tidak dapat menjadikan mereka beriman, akan tetapi  mereka              tetap orang kafir karena pengingkaran lisan mereka.</p>
<p>Demikianlah Abu Hanifah menjelaskan tentang  permasalahan              iman dengan sangat gamblangnya, kadang dengan al-Qur&#8217;an dan              terkadang dengan hadits, sehingga tampak pada wajah Jahm  rasa minder              dan kalah sampai kemudian ia berpamitan kepada Abu Hanifah  seraya              berkata, “engkau telah mengingatkanku akan sesuatu yang  terlupa, aku              pamit sebentar.” Akan tetapi ia pergi tanpa kembali lagi.</p>
<p>Di               antara contoh yang lain, diceritakan bahwasanya pada suatu  saat Abu              Hanifah menemui sekelompok orang yang mengingkari adanya  Sang              Pencipta (Atheis), maka ia berkata kepada mereka, “Apa yang  kalian              katakan jika ada sebuah kapal yang penuh dengan muatan  barang, di              tengah lautan ia dikelilingi oleh ombak besar yang saling              bertabrakan dan diterjang oleh angin yang sangat kencang,  akan              tetapi kapal tersebut dapat berlayar dengan sangat tenang  menuju              tempat tujuan tanpa adanya goncangan sedikitpun, sedangkan  di atas              kapal tersebut tidak ada seorang nahkodapun didalamnya.  Apakah hal              tersebut masuk akal?”<br />
Mereka menjawab, “Tidak,  sesungguhnya              kejadian tersebut sama sekali tidak dapat diterima oleh  akal”</p>
<p>kemudian ia berkata, “Begitukah? Subhaanallah!!  Kalian              mengingkari adanya sebuah kapal yang dapat berjalan dengan  tenang              tanpa nahkoda, sedangkan kalian meyakini bahwasanya alam  semesta              yang penuh dengan lautan luas, gugusan bintang yang selalu  beredar,              burung-burung yang selalu bertashbih dan berbagai macam  binatang ada              (tercipta) dengan sendirinya tanpa ada Sang Pencipta yang              menciptakan dan mengatur semua itu? Celakalah kalian.!”</p>
<p>Demikianlah perjalanan hidup beliau yang selalu  membela              agama Allah dengan apa yang telah dianugerahkan oleh-Nya  yang berupa              kekuatan berhujjah dan kefasihan dalam berbicara.</p>
<p>Kemudian               tatkala maut menjemput, telah ditemukan bahwasanya di antara  wasiat              beliau adalah agar jasadnya dikuburkan di tanah yang bersih  (tidak              ada syubhat rampasan atau lainnya) dan agar dijauhkan dari  setiap              tempat yang dikhawatirkan diambil dengan ghosob (diambil  tanpa              seizin pemiliknya).</p>
<p>Maka tatkala wasiat tersebut  sampai ke              telinga al-Manshur ia berkata, “siapakah yang berani mencela  dia di              depanku.?”</p>
<p>Abu Hanifah juga telah berwasiat agar  jasadnya              dimandikan oleh al-Hasan bin &#8216;Ammaroh, maka tatkala  memandikannya ia              berkata, “Semoga Allah merahmatimu wahai Abu Hanifah, dan  semoga Dia              menghapus dosa-dosamu sebagai balasan dari apa yang pernah  engkau              lakukan. Sesungguhnya engkau tidak pernah berbuka sejak tiga  puluh              tahun, dan tidak pernah tidur sejak empat puluh tahun. Dan  sungguh              engkau telah membikin susah ulama setelahmu (karena harus  mencontoh              dan meniru perilakumu).”</p>
<p>CATATAN:</p>
<p>*  Al-Khawarij:              orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Ali dan  Mu&#8217;awiyah RA</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/biografi/'>biografi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=466&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/02/04/abu-hanifah-2-habis-sikap-bela-agama-dan-argumentasinya-yang-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TERAPI PENYAKIT SUKA SESAMA JENIS</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/01/30/terapi-penyakit-suka-sesama-jenis/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/01/30/terapi-penyakit-suka-sesama-jenis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 22:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[CINTA]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[INformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Muhammad Arifin Badri Dalam setiap proses pengobatan, langkah pertama yang ditempuh oleh dokter atau tenaga medis adalah melakukan diagnosis. Tujuannya, ialah untuk mengetahui penyebab penyakit yang diderita. Diagnosis ini dapat ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari wawancara dengan pasien, hingga dengan test laborat dengan menggunakan teknologi canggih. Islam sendiri telah memudahkan proses pengobatan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=462&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh</strong><br />
<strong>Ustadz Muhammad Arifin  Badri</strong></p>
<p>Dalam setiap proses pengobatan, langkah pertama yang ditempuh  oleh dokter atau tenaga medis adalah melakukan diagnosis. Tujuannya, ialah untuk  mengetahui penyebab penyakit yang diderita. Diagnosis ini dapat ditempuh dengan  berbagai cara, mulai dari wawancara dengan pasien, hingga dengan test laborat  dengan menggunakan teknologi canggih.</p>
<p>Islam sendiri telah memudahkan  proses pengobatan. Yaitu dengan cara mengajarkan kepada umatnya hasil diagnosa  yang benar-benar aktual. Allah Ta&#8217;ala yang telah menurunkan penyakit, telah  mengabarkan kepada kita bahwa di antara faktor yang menjadi penyebab datangnya  penyakit adalah perbuatan dosa kita sendiri.</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala  berfirman:</p>
<p>وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ ( الشورى 30</p>
<p>&#8220;Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari  ulah tanganmu sendiri&#8221;. [asy-Syûrâ/42 : 30]</p>
<p>Abu Bilaad rahimahullah yang  terlahir dalam keadaan buta bertanya kepada al-&#8217;Alâ` bin Badr rahimahullah :  &#8220;Bagaimana penerapan ayat ini pada dirinya, padahal ia menderita buta mata sejak  dalam kandungan ibunya?&#8221;</p>
<p>Jawaban al-&#8217;Alâ` bin Badr sangat mengejutkan, ia  berkata: &#8220;Itu adalah akibat dari dosa kedua orang tuamu&#8221;.[1]</p>
<p>Singkat  kata, penyakit yang menimpa kita, tidak terkecuali penyakit suka sesama jenis  sangat dimungkinkan adalah akibat dari perbuatan dosa, baik yang kita lakukan  atau yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar kita.</p>
<p><span id="more-462"></span><br />
<strong>DIAGNOSA  PENYAKIT SUKA SESAMA JENIS</strong><br />
Berikut beberapa perbuatan dosa atau kesalahan  yang mungkin pernah dialami oleh orang yang dihinggapi penyakit suka sesama  jenis.</p>
<p><strong>Pertama :</strong> Nama Yang Tidak Menunjukkan Identitas.<br />
Di antara  kewajiban pertama yang harus dilakukan oleh kedua orang tua, ialah memilihkan  nama yang baik untuk anaknya. Bukan sekedar baik ketika didengar atau diucapkan,  akan tetapi juga baik dari segala pertimbangan, dari makna maupun nilai  sejarahnya. Pertimbangan pemilihan nama yang baik dapat menunjukkan identitas,  baik secara agama maupun jenis kelamin. Oleh sebab itu, banyak ulama yang  mencela penggunaan nama-nama yang terkesan &#8220;lembut&#8221; bagi anak  laki-laki.</p>
<p>Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: &#8220;Ada hubungan keserasian  antara nama dan pemiliknya. Sangat jarang terjadi ketidakserasian antara nama  dan pemiliknya. Yang demikian itu, karena setiap kata sebagai pertanda makna  yang terkandung di dalamnya. Dan nama adalah petunjuk bagi kepribadian  pemiliknya. Bila engkau merenungkan julukan seseorang, niscaya makna dari  julukan tersebut ada padanya. Sehingga nama yang buruk merupakan pertanda bahwa  jiwa pemiliknya buruk. Sebagaimana wajah yang buruk, pertanda bagi buruknya jiwa  seseorang&#8221;.[2]</p>
<p>Oleh karena itu, bila seseorang yang ditimpa penyakit suka  sesama jenis memiliki nama yang kurang menunjukkan jati dirinya, maka hendaklah  segera merubah namanya, sehingga lebih menunjukkan jati dirinya sebagai seorang  laki-laki atau wanita.</p>
<p><strong>Kedua :</strong> Pengaruh Pakaian Dan Perhiasan.<br />
Islam  melarang kaum laki-laki menyerupai kaum wanita, baik dalam berpakaian,  perhiasan, perilaku atau lainnya, dan demikian juga sebaliknya.</p>
<p>لَعَنَ  النبي n الْمُخَنَّثِينَ من الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ من النِّسَاءِ وقال:  (أَخْرِجُوهُمْ من بُيُوتِكُمْ). متفق عليه</p>
<p>&#8220;Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai  laki-laki, dan beliau bersabda: “Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian&#8221;.  [Muttafaqun 'alaih]</p>
<p>Berdasarkan hadits ini, kaum laki-laki dilarang  mengenakan pakaian dan perhiasan yang merupakan ciri khas kaum wanita, dan  demikian juga sebaliknya. Sebagaimana kaum laki-laki juga dilarang untuk  menyerupai suara, cara berjalan, dan seluruh gerak-gerik kaum wanita, demikian  juga sebaliknya.[3]</p>
<p>Berdasarkan ini pula, maka diharamkan bagi kaum  lelaki mengenakan perhiasan emas dan pakaian yang terbuat dari sutera. Karena  kedua hal itu merupakan ciri khas kaum wanita. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam bersabda:</p>
<p>حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيْرِ وَالذَّهَبُ عَلَى ذُكُوْرِ  أُمَّتِيْ وَأُحِلَّ لِإِنَاثِهِمْ رواه الترمذي والنسائي وصححه  الألباني</p>
<p>&#8220;Diharamkan pakaian sutera dan perhiasan emas atas kaum  laki-laki dari umatku, dan dihalalkan atas kaum wanita mereka&#8221; [HR at-Tirmidzi,  an-Nasâ`i, dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni]</p>
<p>Para ulama menjelaskan  hikmah larangan ini, bahwa perhiasan emas dan pakaian sutera dapat mempengaruhi  kepribadian seorang laki-laki yang mengenakannya. Bahkan Ibnul-Qayyim  rahimahullah menyatakan, biasanya, seseorang yang mengenakan perhiasan emas atau  pakaian sutera memiliki perilaku yang menyerupai kaum wanita. Kedua hal ini akan  terus-menerus melunturkan kejantanan laki-laki yang memakainya. Hingga pada  akhirnya (sifat kelelakiannya) akan menjadi sirna, dan berubah menjadi seorang  yang banci. Karena itu, pendapat yang benar ialah diharamkan bagi orang tua  mengenakan kepada anak lelakinya perhiasan emas atau pakaian sutera, agar  kejantanan anak tersebut tidak terkikis.[4]</p>
<p>Aturan untuk membedakan dari  lawan jenis. Demikian juga hal ini ditekankan kepada kaum wanita, sehingga  mereka juga dilarang berperilaku yang menyerupai kaum laki-laki, dan dianjurkan  untuk melakukan hal-hal yang selaras dengan kewanitaannya.</p>
<p>Salah satu  yang dapat menunjukkan identitas kewanitaan seseorang, ialah dengan cara merubah  warna kuku jari jemarinya dengan hinna&#8217; (pacar kuku dari tumbuhan tertentu,  ed).</p>
<p>عن عَائِشَةَ رضي الله عنها قالت: مَدَّتِ امْرَأَةٌ من وَرَاءِ  السِّتْرِ بِيَدِهَا كِتَاباً إلى رسول اللَّهِ n، فَقَبَضَ النبي n يَدَهُ، وقال:  (ما أَدْرِى أَيَدُ رَجُلٍ أو أيد امْرَأَةٍ) فقالت: بَلِ امْرَأَةٌ . فقال: (لو  كُنْتِ امْرَأَةً، غَيَّرْتِ أَظْفَارَكِ بِالْحِنَّاءِ).</p>
<p>&#8220;&#8216;Aisyah  Radhiyallahu &#8216;anha menceritakan: &#8220;Ada seorang wanita dari balik tabir yang  menyodorkan secarik surat kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, maka  Nabipun menahan tangannya, dan beliau bersabda: &#8216;Aku tidak tahu, apakah ini  tangan seorang laki-laki atau wanita?&#8217; Wanita itupun berkata: &#8216;Ini adalah tangan  wanita,&#8217; maka Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8216;Andai engkau  benar-benar wanita, niscaya engkau telah mewarnai kukumu dengan hinna&#8217;.&#8221; [HR  Ahmad, Abu Dawud, an-Nasâ`i dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni]</p>
<p><strong>Ketiga  :</strong> Pengaruh Makanan Haram.<br />
Tidak dapat dipungkiri, perangai dan kepribadian  setiap manusia bisa dipengaruhi oleh jenis makanan yang ia konsumsi. Sehingga  tidak mengherankan bila seseorang yang memakan daging onta disyari&#8217;atkan untuk  berwudhu, untuk menghilangkan pengaruh buruk daging yang ia  makan.</p>
<p>Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah, ia mengisahkan: &#8220;Ada seorang  laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam :  &#8216;Apakah kita diwajibkan berwudlu karena memakan daging kambing?&#8217; Beliau  Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menjawab: &#8216;Engkau boleh berwudhu, dan juga boleh  untuk tidak berwudhu,&#8217; laki-laki itu kembali bertanya: &#8216;Apakah kita wajib  berwudhu karena memakan daging onta?&#8217; Beliau menjawab: &#8216;Ya, berwudhulah engkau  karena memakan daging onta&#8217;.&#8221; [HR Muslim]</p>
<p>Ibnu Taimiyyah rahimahullah  berkata: &#8220;Orang yang berwudhu setelah memakan daging onta akan terhindar dari  pengaruh sifat hasad dan jiwa yang kaku yang biasa menimpa orang-orang yang  senang memakannya, sebagaimana dialami orang-orang pedalaman. Ia akan terhindar  dari perangai hasad dan jiwa yang kaku seperti disebutkan oleh Nabi Shallallahu  &#8216;alaihi wa sallam dalam hadits riwayat Imam Bukhâri dan Muslim:</p>
<p>(إِنَّ  اْلغِلْظَةَ وَقَسْوَةَ الْقُلُوْبِ فِيْ الْفَدَّادِيْنَ أَصْحَابِ الْإِبِلِ  وَإِنَّ السَّكِيْنَةَ فِيْ أَهْلِ الْغَنَمِ)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya perangai kasar  dan jiwa yang kaku, biasanya ada pada orang-orang pedalaman, para pemelihara  onta, sedangkan lemah-lembut biasanya ada pada para pemelihara kambing&#8221; [5].</p>
<p>Bila demikian, maka tidak diragukan lagi bahwa makanan yang jelas  keharamannya memiliki pengaruh buruk pada diri dan kepribadian pemakannya. Dan  di antara makanan haram yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang, sehingga  dijangkiti penyakit suka sesama jenis ialah daging babi dan keledai. Ibnu Sirin  rahimahullah berkata: &#8220;Tidaklah ada binatang yang melakukan perilaku kaum Nabi  Luth selain babi dan keledai&#8221;.[6]</p>
<p>Bila seseorang membiasakan dirinya dan  juga keluarganya memakan daging babi atau keledai, lambat laun, berbagai  perangai buruk kedua binatang ini dapat menular kepadanya.  Na&#8217;udzubillah.</p>
<p><strong>Keempat </strong>: Pengaruh Pergaulan Dan  Pendidikan.<br />
Masing-masing diri kita pasti memiliki pengalaman tersendiri  tentang pergaulan dalam mempengaruhi pembentukan jati diri dan perangainya.  Sedikit banyak, cara berpikir dan kesukaan manusia dipengaruhi oleh keluarga,  teman bergaul, atau masyarakat sekitar. Oleh karena itu, jauh hari Rasulullah  Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah memerintahkan agar memilihkan kawan yang  baik untuk anak-anak kita, sehingga mereka terpengaruh oleh kebaikan dan  terhindar dari pengaruh buruk.</p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu , ia  menuturkan: Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tidaklah ada  seorang yang dilahirkan melainkan dalam keadaan fitrah (muslim), maka kedua  orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.  Perumpamaannya bagaikan seekor binatang yang dilahirkan dalam keadaan utuh  anggota badannya, maka apakah kalian mendapatkan padanya hidung yang dipotong?”  [Muttafaqun ‘alaih]</p>
<p>Sebagaimana Islam juga mengajarkan agar orang tua  mulai memisahkan tempat tidur anak laki-laki dengan tempat tidur anak  wanita.</p>
<p>(مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ  وَاضْرِبُوهُمْ عليها وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في  الْمَضَاجِعِ)</p>
<p>&#8220;Perintahlah anak-anakmu untuk mendirikan shalat ketika  mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah bila enggan mendirikan shalat  ketika telah berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka&#8221;  [Riwayat Abu Dawud dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni]</p>
<p>Pemisahan  tempat tidur antara anak laki-laki dan tempat tidur anak wanita dapat  menumbuhkan kesadaran pada diri masing-masing tentang jati dirinya. Sehingga  anak laki-laki mulai menyadari bahwa dirinya berlawanan jenis dengan saudarinya,  demikian juga dengan anak wanita. Sejalan dengan perjalanan waktu dan disertai  pendidikan yang baik, masing-masing akan menjadi manusia yang berkepribadian  lurus lagi luhur.</p>
<p>Di antara yang dapat memupuk kesuburan jati diri  anak-anak, ialah dengan membedakan jenis permainan mereka. Melalui sarana  permainan yang terarah dan mendidik, orang tua dapat menumbuhkan kesadaran pada  masing-masing anak tentang jati dirinya. Salah satu permainan yang dapat memupuk  kepribadian anak wanita adalah boneka.</p>
<p>Ummul Mukminin ‘Aisyah  Radhiyallahu &#8216;anha berkata:</p>
<p>(كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ في بَيْتِهِ  وَهُنَّ اللُّعَبُ) متفق عليه</p>
<p>&#8220;Dahulu, aku bermain boneka anak-anak di  rumah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam&#8221; [Muttafaqun 'alaih]</p>
<p>Para  ulama&#8217; menyatakan, bahwa dibolehkannya membuatkan boneka untuk anak-anak wanita  yang masih kecil ini merupakan keringanan atau pengecualian dari dalil-dalil  umum yang melarang kita membuat patung. Melalui sarana permainan ini, anak-anak  wanita kita diharapkan mulai memahami jati dirinya dan juga peranan yang harus  mereka lakukan kelak ketika telah dewasa dan berkeluarga.[7]</p>
<p>Dengan  demikian, pergaulan dan pendidikan memiliki peranan besar dalam pembentukan  karakter dan cara pandang anak-anak. Sehingga kesalahan dalam pendidikan dan  pergaulan dapat mengakibatkan perilaku kurang terpuji di kemudian  hari.</p>
<p><strong>TERAPI PENYEMBUHAN</strong><br />
Bila melalui diagnosa di atas, seseorang  dapat menemukan penyebab datangnya penyakit yang dideritanya, maka segeralah  melakukan langkah-langkah pengobatan.</p>
<p><strong>Langkah Pertama </strong>: Yang harus  dilakukan ialah dengan membenahi kesalahan dan bertobat dari  kekhilafan.</p>
<p><strong>Langkah Kedua </strong>: Berdoa Kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala.<br />
Ketahuilah, perbuatan dosa dan khilaf dapat terjadi karena kita  memperturutkan bisikan kotor, baik yang datang dari iblis maupun dari jiwa yang  tidak suci. Oleh karena itu, dahulu Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  senantiasa memohon agar dikaruniai hati yang suci dan dijauhkan dari perilaku  buruk :</p>
<p>اللهم آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أنت خَيْرُ من زَكَّاهَا  (رواه مسلم )</p>
<p>&#8220;Ya Allah, limpahkanlah ketakwaan kepada jiwaku dan  sucikanlah. Engkau adalah sebaik-baik Dzat Yang Mensucikan jiwaku&#8221; [Riwayat  Muslim]</p>
<p>Pada kesempatan lain, beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  berdoa:</p>
<p>اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلاَقِ  وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ (رواه الترمذي والحاكم والطبراني )</p>
<p>&#8220;Ya Allah  aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amalan, dan hawa nafsu yang buruk&#8221;  [Riwayat at-Tirmidzi, al-Hakim, dan ath-Thabrani]</p>
<p>Oleh sebab itu,bagi  orang yang telah terjangkiti penyakit ini, hendaknya memohonlah kepada Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar jiwanya disucikan, dan perangainya diluruskan. Ia  hendaklnya yakin, bila bersungguh-sungguh berdoa, terlebih ketika sedang sujud  dan pada sepertiga akhir malam, yakinlah, pasti Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan  mengabulkan.</p>
<p><strong>Langkah Ketiga :</strong> Melakukan Kegiatan-Kegiatan Yang Sesuai  Dengan Jenis Kelamin Kita.<br />
Di antara cara yang dapat kita tempuh untuk  memupuk jati diri ialah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang selaras dengan  diri kita. Bagi kaum wanita, misalnya dengan mengasuh anak kecil (keponakan,  adik, atau lainnya), memasak, berdandan, menjahit, membuat karangan bunga. Bagi  kaum laki-laki, misalnya dengan mencangkul, olah raga angkat besi, bela diri,  tukang kayu, berenang. Dan hendaklah menjauhi segala perbuatan dan perilaku yang  biasa dilakukan oleh lawan jenis.</p>
<p><strong>Langkah Keempat </strong>: Terapi  Hormon.<br />
Salah satu metode pengobatan yang sekarang dikenal masyarakat adalah  dengan terapi hormon. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila seseorang yang  menderita penyakit suka sesama jenis mencoba pengobatan dengan cara ini. Akan  tetapi, sebelum mencoba terapi ini, seyogyanya ia terlebih dahulu berkonsultasi  kepada tenaga medis yang berkompeten, untuk mengetahui sejauh mana kegunaannya.  Juga untuk meyakinkan bahwa dalam seluruh proses terapi ini tidak mengandung  hal-hal yang diharamkan atau melanggar syari&#8217;at.</p>
<p><strong>Langkah Kelima</strong> :  Berbesar Harapan Dan Kuatkan Semangat.<br />
Sebagaimana telah diisyaratkan di  atas, bahwa setiap manusia terlahir ke dunia dalam keadaan normal dan berjiwa  suci, dan hanya lantaran pengaruh dunia luarlah seseorang mengalami perubahan.  Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam hadits qudsi:</p>
<p>وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي  حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عن  دِينِهِمْ (رواه مسلم)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Aku telah menciptakan seluruh  hamba-Ku dalam keadaan lurus lagi suci, kemudian mereka didatangi oleh setan dan  kemudian setanlah yang menyesatkan mereka dari agamanya&#8221; [Riwayat  Muslim]</p>
<p>Dari situ, hendaklah kita senantiasa berbesar harapan dan optimis  bahwa segala penyakit yang kita derita dapat disembuhkan. Yakinlah, penyakit  yang kita derita merupakan salah satu akibat dari ulah dan godaan setan.  Setanlah yang telah menodai kesucian jiwa kita. Oleh karena itu, besarkan  harapan, bulatkan tekad, dan kuatkan semangat untuk merebut kembali kesucian  jiwa kita dari belenggu setan dengan selalu berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla  dan membaca Al-Qur`ân. Ketahuilah, wahai Saudaraku, membaca Al-Qur`ân dengan  khusyu&#8217; dan penuh penghayatan merupakan senjata paling ampuh untuk menghancurkan  perangkap syetan.</p>
<p>Termasuk pula di antara cara untuk menghindarkan diri  dari perangkap setan ialah dengan senantiasa menghadiri majlis-majlis ilmu, dan  berusaha agar selalu berada bersama dengan teman-teman yang baik.</p>
<p>إِنَّ  الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ ، وَ هُوَ مِنَ الْاِثْنَيْنِ أَبْعَدُ (رواه أحمد  وابن ماجة وصححه الألباني)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya setan itu bersama orang yang  menyendiri, dan ia akan menjauh dari dua orang&#8221; [Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, dan  dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni]</p>
<p>Semoga pemaparan singkat ini  bermanfaat bagi kita. Dan semoga Allah Ta&#8217;ala senantiasa melimpahkan kesucian  jiwa dan keluhuran budi pekerti kepada kita.<br />
Shalawat dan salam semoga  senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam,  keluarga dan sahabatnya.<br />
Wallahu a&#8217;lam bish-Shawab.</p>
<p>[Disalin dari  majalah As-Sunnah Edisi 06-07/Tahun XII/1429H/2008M. Diterbitkan Yayasan Lajnah  Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183  Telp. 0271-761016]<br />
________<br />
Footnote<br />
[1]. Tafsîr Ibnu Abi Hâtim  (10/3279) dan Tafsîr al-Baghawi (7/355).<br />
[2]. Tuhfatul-Maudûd, Ibnul Qayyim,  51.<br />
[3]. Fat-hul-Bâri, Ibnu Hajar al-Asqalâni (10/334) dan Faidhul-Qadîr,  al-Munawi (5/271).<br />
[4]. Zâdul-Ma&#8217;âd, Ibnul-Qayyim, 4/80.<br />
[5]. Majmu&#8217;  Fatâwa Ibnu Taimiyyah, 21/11.<br />
[6]. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dalam  kitab Dzammul-Malâhi.<br />
[7]. Fat-hul-Bâri, Ibnu Hajar al-Asqalâni, 10/527.</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/cinta/'>CINTA</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/informasi/'>INformasi</a>, <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/tazkiyatun-nufus/'>Tazkiyatun Nufus</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=462&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/01/30/terapi-penyakit-suka-sesama-jenis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/01/30/kisah-nyata-seorang-pemuda-arab-yang-menimba-ilmu-di-amerika/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/01/30/kisah-nyata-seorang-pemuda-arab-yang-menimba-ilmu-di-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 20:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[bismillah&#8230;. Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berke-nalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mere-ka semakin akrab, dengan harapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=458&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah&#8230;.</p>
<p>Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku  kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat  oleh  Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain  belajar,  ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia  berke-nalan  dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mere-ka semakin akrab, dengan  harapan  semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.</p>
<p><span id="more-458"></span></p>
<p>Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di  Amerika  dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.  Temannya  itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan.  Namun  karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya  lalu ikut  masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening,  sebagaimana  kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk  memberikan  penghor-matan lantas kembali duduk.</p>
<p>Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para  hadirin dan  berkata, &#8220;Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari  sini.&#8221;  Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut  mengucapkan  perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari  tempatnya.  Hingga akhirnya pendeta itu berkata, &#8220;Aku minta ia keluar dari sini dan  aku  menjamin keselamatannya.&#8221; Barulah pemuda ini beranjak keluar.<br />
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, &#8220;Bagaimana anda tahu  bahwa  saya seorang mus-lim.&#8221; Pendeta itu menjawab, &#8220;Dari tanda yang terdapat  di  wajahmu.&#8221; Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin  memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa  per-tanyaan,  tujuannya untuk memojokkan pemuda terse-but dan sekaligus mengokohkan  markasnya.  Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.</p>
<p>Sang pendeta berkata, &#8220;Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan  anda  harus menja-wabnya dengan tepat.&#8221;<br />
Si pemuda tersenyum dan berkata, &#8220;Silahkan!</p>
<p>Sang pendeta pun mulai bertanya, &#8220;Sebutkan satu yang tiada duanya, dua  yang  tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima  yang  tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya,  delapan  yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang  tidak lebih  dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga   belasnya, tiga belas yang tiada em-pat belasnya. Sebutkan sesuatu yang  dapat  bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan  berjalan  membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?  Sebutkan  sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu-kainya? Sebutkan  sesuatu  yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! Siapakah yang tercipta  dari api,  siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?   Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan  siapakah  yang terpelihara dari batu? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan  dianggap  besar! Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai  30 daun,  setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah  sinaran  matahari?&#8221;</p>
<p>Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman  mengandung  keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,<br />
-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.<br />
-Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,<br />
&#8220;Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran kami).&#8221;  (Al-Isra&#8217;:  12).</p>
<p>-Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa  ketika  Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika  me-negakkan  kembali dinding yang hampir roboh.</p>
<p>-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur&#8217;an.<br />
-Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.</p>
<p>-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT  menciptakan  makhluk.</p>
<p>-Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT  berfirman,<br />
&#8220;Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali  tidak  melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak  seimbang.&#8221; (Al-Mulk:  3).</p>
<p>-Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.  Allah SWT  berfirman,<br />
‏&#8221;Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari  itu  delapan orang malaikat men-junjung &#8216;Arsy Rabbmu di atas (kepala)  mereka.&#8221; (Al-Haqah:  17).</p>
<p>-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu&#8217;jizat yang diberikan kepada  Nabi Musa  j: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak,  darah,  kutu dan belalang.*</p>
<p>-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SWT  berfirman,<br />
&#8220;Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.&#8221;  (Al-An&#8217;am:  160).</p>
<p>-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf j.<br />
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu&#8217;jizat Nabi Musa j yang  terdapat  dalam firman Allah,<br />
&#8220;Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami  berfirman, &#8216;Pukullah  batu itu de-ngan tongkatmu.&#8217; Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata  air.&#8221;  (Al-Baqarah: 60).</p>
<p>-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf  ditambah dengan  ayah dan ibunya.</p>
<p>-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu  Shubuh.  Allah SWT ber-firman,<br />
&#8220;Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing.&#8221; (At-Takwir: 18).</p>
<p>-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.<br />
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara  Yusuf j,  yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, &#8220;Wahai ayah kami,  sesungguhnya kami  pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang  kami, lalu  dia dimakan serigala.&#8221; Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada  mereka,  &#8221; tak ada cercaaan ter-hadap kalian.&#8221; Dan ayah mereka Ya&#8217;qub berkata,  &#8220;Aku akan  memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha  Pengampun  lagi Maha Penyayang.&#8221;</p>
<p>-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara  keledai. Allah  SWT berfirman,<br />
&#8220;Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai.&#8221; (Luqman: 19).</p>
<p>-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam,  malaikat,  unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.</p>
<p>-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api  ialah  Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT  berfirman,  &#8220;Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.&#8221; (Al-Anbiya&#8217;: 69).</p>
<p>-Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab  dengan  batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah  Ash-habul  Kahfi (penghuni gua).</p>
<p>-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu  daya  wanita, sebagaimana firman Allah SWT,<br />
‏&#8221;Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.&#8221; (Yusuf: 28).</p>
<p>-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,  setiap  daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran  matahari  maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan  buahnya  adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di  siang  hari.</p>
<p>Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim  tersebut.  Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengu-rungkan  niatnya dan  meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan  ini  dise-tujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, &#8220;Apakah kunci surga  itu?&#8221;  mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya  diselimuti  keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyem-bunyikan  kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja  itu  terus mende-saknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha  mengelak.</p>
<p>Mereka berkata, &#8220;Anda telah melontarkan 22 per-tanyaan kepadanya dan  semuanya ia  jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak  mampu  menjawabnya!&#8221; Pendeta tersebut berka-ta, &#8220;Sungguh aku mengetahui jawaban  dari  pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.&#8221; Mereka menjawab,  &#8220;Kami akan  jamin keselamatan anda.&#8221; Sang pendeta pun berkata, &#8220;Jawabannya ialah:  Asyhadu an  La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah.&#8221;</p>
<p>Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk  agama  Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka  dengan  Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**</p>
<p>* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)<br />
** Kisah nyata ini diambil dari Mausu&#8217;ah al-Qishash al-Waqi&#8217;ah melalui  internet,  www.gesah.net</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/458/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=458&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2011/01/30/kisah-nyata-seorang-pemuda-arab-yang-menimba-ilmu-di-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BELAJAR NULIS AFWAN JIKA BANYAK KATA2 YANG SALAH</title>
		<link>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2010/12/30/belajar-nulis-afwan-jika-banyak-kata2-yang-salah/</link>
		<comments>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2010/12/30/belajar-nulis-afwan-jika-banyak-kata2-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 10:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>affanabdulrosyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[INformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://affanabdulrosyid.wordpress.com/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[ASSALAMU&#8217;ALAIKUM&#8230; ana pengen cerita &#8230; akhir2 ni di kampus da yang namanya pemilihan ketua BEM dan PRESMA (presiden mahasiswa)&#8230; sebenernya apa sih hukumnya memilih presiden secara umumnya?? Jawaban dari Syaikh Abdul Malik: Segala puji bagi Allah, serta salawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=453&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ASSALAMU&#8217;ALAIKUM&#8230;</p>
<p>ana pengen cerita &#8230;</p>
<p>akhir2 ni di kampus da yang namanya pemilihan ketua BEM dan PRESMA (presiden mahasiswa)&#8230;</p>
<p>sebenernya apa sih hukumnya memilih presiden secara umumnya??</p>
<p><strong>Jawaban dari Syaikh Abdul Malik</strong>:</p>
<p>Segala puji bagi Allah, serta salawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang setia mengikuti jalannya, <em>amma ba’du</em>:</p>
<p>Saat ini mayoritas negara-negara Islam menghadapi cobaan (berat) dalam memilih pemimpin (kepala negara) mereka melalui cara pemilihan umum, yang ini merupakan (penerapan) sistem demokrasi yang sudah dikenal. Padahal terdapat perbedaan yang sangat jauh antara sistem demokrasi dan (syariat) Islam (dalam memilih pemimpin), yang ini dijelaskan oleh banyak ulama (ahlus sunnah wal jama’ah). Untuk penjelasan masalah ini, saudara-saudaraku (sesama ahlus sunnah) bisa merujuk kepada sebuah kitab ringkas yang ditulis oleh seorang ulama besar dan mulia, yaitu kitab “<em>al-’Adlu fil Islaam wa laisa fi dimokratiyyah al maz’uumah</em>” (Keadilan yang hakiki ada pada syariat Islam dan bukan pada sistem demokrasi yang dielu-elukan), tulisan guru kami syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-’Abbaad al-Badr –semoga Allah menjaga beliau dan memanjangkan umur beliau dalam ketaatan kepada-Nya –.</p>
<p><em>‘Ala kulli hal</em>, pemilihan umum dalam sistem <a title="Fatwa Ulama tentang Pemilu" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/fatwa-syaikh-abdul-malik-bin-ahmad-ramadhani-tentang-pemilu.html">demokrasi</a> telah diketahui, yaitu dilakukan dengan cara seorang muslim atau kafir memilih seseorang atau beberapa orang tertentu (sebagai calon presiden). Semua perempuan dan laki-laki juga ikut memilih, tanpa mempertimbangkan/membedakan orang yang banyak berbuat maksiat atau orang shaleh yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Semua ini (jelas) merupakan pelanggaran terhadap (syariat) Islam. Sesungguhnya para sahabat yang membai’at (memilih) Abu Bakr ash-Shiddiq <em>radhiallahu ‘anhu</em> (sebagai khalifah/pemimpin kaum muslimin sepeninggal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>) di saqiifah (ruangan besar beratap tempat pertemuan) milik (suku) Bani Saa’idah, <strong>tidak ada seorang perempuan pun yang ikut serta dalam pemilihan tersebut</strong>. Karena urusan siyasah (politik) tidak sesuai dengan tabiat (fitrah) kaum perempuan, sehingga mereka tidak boleh ikut berkecimpung di dalamnya. Dan ini termasuk pelanggaran (syariat Islam), padahal Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى</p>
<p><em>“Dan laki-laki tidaklah seperti perempuan.”</em> (Qs. Ali ‘Imraan: 36)</p>
<p>Maka bagaimana kalian (wahai para penganut sistem demorasi) menyamakan antara laki-laki dan perempuan, padahal Allah yang menciptakan dua jenis manusia ini membedakan antara keduanya?! Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ</p>
<p><em>“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka.”</em> (Qs. al-Qashash: 68)</p>
<p>Di sisi lain Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ</p>
<p><em>“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir). Mengapa kamu (berbuat demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan?”</em> (Qs. al-Qalam: 35 – 36)</p>
<p>Sementara kalian (wahai para penganut sistem demokrasi) menyamakan antara orang muslim dan orang kafir?! Maka ini tidak mungkin untuk…(kalimat yang kurang jelas). Masalah ini (butuh) penjelasan yang panjang lebar.</p>
<p>Akan tetapi (bersamaan dengan itu), sebagian dari para ulama zaman sekarang berpendapat bolehnya ikut serta dalam pemilihan umum dalam rangka untuk memperkecil kerusakan (dalam keadaan terpaksa). Meskipun mereka mengatakan bahwa (hukum) asal (ikut dalam pemilihan umum) adalah tidak boleh (haram). Mereka mengatakan: Kalau seandainya semua orang diharuskan ikut serta dalam pemilu, maka apakah anda ikut memilih atau tidak? Mereka berkata: anda ikut memilih dan pilihlah orang yang paling sedikit keburukannya di antara mereka (para kandidat yang ada). Karena umumnya mereka yang akan dipilih adalah orang-orang yang memasukkkan (mencalonkan) diri mereka dalam pemilihan tersebut. Padahal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah <em>radhiallahu ‘anhu</em>:</p>
<p><em>“Janganlah engkau (berambisi) mencari kepemimpinan, karena sesungguhnya hal itu adalah kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat nanti.”</em> (Gabungan dua hadits shahih riwayat imam al-Bukhari (no. 6248) dan Muslim (no. 1652), dan riwayat Muslim (no. 1825))</p>
<p>Maka orang yang terpilih dalam pemilu adalah orang yang (berambisi) mencari kepemimpinan, padahal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p><em>“Barangsiapa yang (berambisi) mencari kepemimpinan maka dia akan diserahkan kepada dirinya sendiri (tidak ditolong oleh Allah dalam menjalankan kepemimpinannya).”</em> (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan lain-lain, dinyatakan lemah oleh syaikh al-Albani dalam “adh-Dha’iifah” (no. 1154). Lafazh hadits yang shahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim: <em>“Jika engkau menjadi pemimpin karena (berambisi) mencarinya maka engkau akan diserahkan kepadanya (tidak akan ditolong oleh Allah).”</em></p>
<p>Allah akan meninggalkannya (tidak menolongnya), dan barangsiapa yang diserahkan kepada dirinya sendiri maka berarti dia telah diserahkan kepada kelemahan, ketidakmampuan dan kesia-siaan, sebagaimana yang dinyatakan oleh salah seorang ulama salaf – semoga Allah meridhai mereka–.</p>
<p><em>‘Ala kulli hal</em>, mereka berpendapat seperti ini dalam rangka menghindari atau memperkecil kerusakan (yang lebih besar). Ini kalau keadaannya memaksa kita terjeremus ke dalam dua keburukan (jika kita tidak memilih). Adapun jika ada dua orang calon (pemimpin yang baik), maka kita memilih yang paling berhak di antara keduanya.</p>
<p>Akan tetapi jika seseorang tidak mengatahui siapa yang lebih baik (agamanya) di antara para kandidat yang ada, maka bagaimana mungkin kita mewajibkan dia untuk memilih, padahal dia sendiri mengatakan: aku tidak mengetahui siapa yang paling baik (agamanya) di antara mereka. Karena Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.”</em> (Qs. al-Israa’: 36)</p>
<p>Dan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menipu/mengkhianati kami maka dia bukan termasuk golongan kami.”</em> (HSR Muslim (no. 101)). Jika anda memilih orang yang anda tidak ketahui keadaannya maka ini adalah penipuan/pengkhianatan.</p>
<p>Demikian pula, jika ada seorang yang tidak merasa puas dengan kondisi pemilu (tidak memandang bolehnya ikut serta dalam pemilu) secara mutlak, baik dalam keadaan terpaksa maupun tidak, maka bagaimana mungkin kita mewajibkan dia melakukan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>?!</p>
<p>Maka <em>‘ala kulli hal</em>, kita meyakini bahwa Allah Ta’ala Dialah yang memilih untuk umat ini pemimpin-pemimpin mereka. Kalau umat ini baik maka Allah akan memilih untuk mereka pemimpin-pemimpin yang baik pula, (sabaliknya) kalau mereka buruk maka Allah akan memilih untuk mereka pemimpin-pemimpin yang buruk pula. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:</p>
<p>وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضاً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ</p>
<p><em>“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.”</em> (Qs. al-An’aam: 129)</p>
<p>Maka orang yang zhalim akan menjadi pemimpin bagi masyarakat yang zhalim, demikianlah keadaannya.</p>
<p>Kalau demikian, upayakanlah untuk menghilangkan kezhaliman dari umat ini, dengan mendidik mereka mengamalkan ajaran Islam (yang benar), agar Allah memberikan untuk kalian pemimpin yang kalian idam-idamkan, yaitu seorang pemimpin yang shaleh. Karena Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”</em> (Dalam ayat ini) Allah tidak mengatakan <em>“…sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada pemimpin-pemimpin mereka”</em>, akan tetapi (yang Allah katakan): <em>“…sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”</em></p>
<p>Aku telah menulis sebuah kitab tentang masalah ini, yang sebenarnya kitab ini khusus untuk para juru dakwah, yang mengajak (manusia) ke jalan Allah Ta’ala, yang aku beri judul <em>“Kamaa takuunuu yuwallaa ‘alaikum”</em> (sebagaimana keadaanmu maka begitupulalah keadaan orang yang menjadi pemimpinmu). Aku jelaskan dalam kitab ini bahwa watak para penguasa selalu berasal dari watak masyarakatnya, maka jika masyarakatnya (berwatak) baik penguasanya pun akan (berwatak) baik, dan sebaliknya.</p>
<p>Maka orang-orang yang menyangka bahwa (yang terpenting dalam) masalah ini adalah bersegera untuk merebut kekuasaan, sungguh mereka telah melakukan kesalahan yang fatal dalam hal ini, dan mereka tidak mungkin mencapai hasil apapun (dengan cara-cara seperti ini). Allah Ta’ala ketika melihat kerusakan pada Bani Israil disebabkan (perbuatan) Fir’aun, maka Allah membinasakan Fir’aun dan memberikan kepada Bani Israil apa yang mereka inginkan, dengan Allah menjadikan Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em> sebagai pemimpin mereka. (Akan tetapi) bersamaan dengan itu, kondisi (akhlak dan perbuatan) mereka tidak menjadi baik, sebagaimana yang Allah kisahkan dalam al-Qur’an. Mereka tidak menjadi baik meskipun pemimpin mereka adalah <em>kaliimullah</em> (orang yang langsung berbicara dengan Allah Ta’ala), yaitu Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em>, sebagaimana yang sudah kita ketahui. Bahkan sewaktu Allah berfirman (menghukum) sebagian dari Bani Israil:</p>
<p>كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ</p>
<p><em>“Jadilah kamu kera yang hina.”</em> (Qs. al-Baqarah: 65)</p>
<p>Kejadian ini bukanlah di zaman kekuasaan Fir’aun. Akan tetapi hukuman Allah ini (menimpa) sebagian mereka (karena mereka melanggar perintah Allah) ketika mereka di bawah kepemimpinan Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em> dan para Nabi Bani Israil <em>‘alaihimussalam</em> sepeninggal Nabi Musa <em>‘alaihissalam</em>, sebagaimana sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>: <em>“Sesungguhnya Bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi ‘alaihimussalam, setiap seorang Nabi wafat maka akan digantikan oleh Nabi berikutnya.”</em> (HSR al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dan hanya Allah-lah yang mampu memberikan taufik (kepada manusia).</p>
<p>وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Madinah Nabawiyyah, 15 Rabi’ul awal 1430 H / 11 Maret 2009 M</p>
<p>***<br />
dikutip dari Artikel <a title="Fatwa Ulama tentang Pemilu" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/fatwa-syaikh-abdul-malik-bin-ahmad-ramadhani-tentang-pemilu.html">www.muslim.or.id</a></p>
<p>maka sewajarnya&#8230;</p>
<p>pemilihan itu dilakukan dengan cara yang syar&#8217;i pula&#8230;dimana cara yang paling aman adalah dengan memusyawarahkan di kalangan2 para ulama.. namun kalo di Universitas mungkin di musyawarahkan dengan orang2 yang yang memiliki kepentingan, seperti dekan, dosen2, dan mungkin orang2 yang mempunyai ilmu tentang hal itu.</p>
<p>karena tidak gampang menjadi ketua( pemimpin) banyak beban yang dia pikul untuk masyarakatnya&#8230;</p>
<p>jika amanah yang dia pegang tidak bisa dilakukan dengan baik.. maka sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala Maha Mengetahui segala sesuatu&#8230;</p>
<p>duhai kawan masih banyak hal yang penting bagi kalian yang harus kau lakukan. utamakanlah kuliahmu.. karena kamu di kuliahkan oleh orang tuamu untuk belajar dan belajar. bukan untuk berpolitik. belum saatnya untuk itu kawan. karena orangtuamu menantikan anaknya lulus dengan cepat dan bisa berguna bagi orang tua dan Agama.</p>
<p>aq meminta ampun pada MU ya Allah atas segala sesuatu yang disengaja maupun yang tidak disengaja. baik yang langsung maupun tak langsung.</p>
<p>aAllahu&#8217;alam&#8230;</p>
<p>__admint__</p>
<br />Filed under: <a href='http://affanabdulrosyid.wordpress.com/category/informasi/'>INformasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/affanabdulrosyid.wordpress.com/453/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=affanabdulrosyid.wordpress.com&amp;blog=13304416&amp;post=453&amp;subd=affanabdulrosyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://affanabdulrosyid.wordpress.com/2010/12/30/belajar-nulis-afwan-jika-banyak-kata2-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5935a593b1a2a987a36734e1b03690a1?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">affanabdulrosyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
